
| Judul | ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MENDUKUNG SMART GOVERNANCE DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR / Muh. Hidayat Basri |
| Pengarang | Muh. Hidayat Basri Agung Nurrahman |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 hlm |
| Subjek | Perencanaan Administrasi Negara |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini layak dan perlu dilakukan karena pertama dari hasil kajian literatur belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas lokus dan fokus ini. Kedua, terjadi penurunan indeks SPBE yang cukup drastis di kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2020-2021. Ketiga, belum ada kebijakan Smart City di Polewali Mandar. Keempat, beberapa aplikasi website pemerintah yang tidak bisa diakses. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis dan mendeskripsikan terkait kesiapan e-government di pemerintah kabupaten Polewali Mandar dan bagaimana penerapan Smart Governance di kabupaten Polewali Mandar. Metode: Metode yang digunakan ialah Quasi Qualitative. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan dua teori sebagai alat analisis yaitu, pertama, teori kesiapan e-government (Indrajit, 2005), dan yang kedua, teori Smart Governance (Giffinger, 2007). Hasil/Temuan: Pemerintah kabupaten Polewali Mandar dinilai siap untuk menerapakan dan mengembangkan e-government sesuai dengan enam dimensi yang secara keseluhan telah berjalan dengan baik meskipun pada infrastruktur telekomunikasi masih belum maksimal. Adapun, Smart Governance di Polewali Mandar belum sepenuhnya optimal, karena kurangnya partisipasi masyarakat, infrastruktur command center dinas Kominfo-SP yang belum tersedia, dan kebijakan atau masterplan Smart City sebagai fondasi dalam menciptakan Smart Governance yang belum tersedia. Kesimpulan: Meskipun belum ada kebijakan atau masterplan Smart City, namun pemerintah kabupaten Polewali Mandar telah menunjukkan berbagai upaya dan terus berusaha dalam menciptakan Smart Governance. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai aplikasi atau layanan sistem informasi pemerintahan atau e-government, layanan publik yang disediakan baik secara langsung, jemput bola, maupun layanan online, melibatkan stakeholder lain dalam setiap pengambilan keputusan untuk pembangunan Polewali Mandar, dan mempunyai regulasi dalam mengembangankan e-government atau sistem pemerintahan berbasis elektronik. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18898 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04879/IPDN/2024 | 352.340 959 846 32 MUH a | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193569 | ||
| 005 | 20260206105125 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226000653 |
| 082 | # | # | $a 352.340 959 846 32 |
| 084 | # | # | $a 352.340 959 846 32 MUH a |
| 100 | 0 | # | $a Muh. Hidayat Basri |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MENDUKUNG SMART GOVERNANCE DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR /$c Muh. Hidayat Basri |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 hlm |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini layak dan perlu dilakukan karena pertama dari hasil kajian literatur belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas lokus dan fokus ini. Kedua, terjadi penurunan indeks SPBE yang cukup drastis di kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2020-2021. Ketiga, belum ada kebijakan Smart City di Polewali Mandar. Keempat, beberapa aplikasi website pemerintah yang tidak bisa diakses. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis dan mendeskripsikan terkait kesiapan e-government di pemerintah kabupaten Polewali Mandar dan bagaimana penerapan Smart Governance di kabupaten Polewali Mandar. Metode: Metode yang digunakan ialah Quasi Qualitative. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan dua teori sebagai alat analisis yaitu, pertama, teori kesiapan e-government (Indrajit, 2005), dan yang kedua, teori Smart Governance (Giffinger, 2007). Hasil/Temuan: Pemerintah kabupaten Polewali Mandar dinilai siap untuk menerapakan dan mengembangkan e-government sesuai dengan enam dimensi yang secara keseluhan telah berjalan dengan baik meskipun pada infrastruktur telekomunikasi masih belum maksimal. Adapun, Smart Governance di Polewali Mandar belum sepenuhnya optimal, karena kurangnya partisipasi masyarakat, infrastruktur command center dinas Kominfo-SP yang belum tersedia, dan kebijakan atau masterplan Smart City sebagai fondasi dalam menciptakan Smart Governance yang belum tersedia. Kesimpulan: Meskipun belum ada kebijakan atau masterplan Smart City, namun pemerintah kabupaten Polewali Mandar telah menunjukkan berbagai upaya dan terus berusaha dalam menciptakan Smart Governance. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai aplikasi atau layanan sistem informasi pemerintahan atau e-government, layanan publik yang disediakan baik secara langsung, jemput bola, maupun layanan online, melibatkan stakeholder lain dalam setiap pengambilan keputusan untuk pembangunan Polewali Mandar, dan mempunyai regulasi dalam mengembangankan e-government atau sistem pemerintahan berbasis elektronik. |
| 650 | # | 4 | $a Perencanaan Administrasi Negara |
| 700 | 0 | # | $a Agung Nurrahman |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18898 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :