
| Judul | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH : - / Christofel Parlin Pakpahan |
| Pengarang | Christofel Parlin Pakpahan Akhmad Marzuki |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 16hlm :Ilus ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | persediaan bahan makanan masalah stunting |
| Abstrak | Permasalahan (GAP): Provinsi Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi yang memiliki jumlah kasus stunting tertinggi. Berdasarkan observasi awal, Kecamatan Palu Selatan adalah wilayah yang capaiannya paling rendah diantara seluruh kecamatan di Kota Palu. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting di Kota Palu yaitu dengan adanya program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dalam menjalankan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kota Palu, diperlukann partisipasi masyarakat sehingga outcome yang ingin dihasilkan yaitu prevalensi angka stunting ini menurun setiap tahunnya. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam menghadiri posyandu, terutama oleh orang tua balita, mengakibatkan mereka melewatkan beberapa tes kesehatan yang dapat mendeteksi stunting pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 4 (tempat) fokus utama yang menjadi faktor-faktor penelitian ini untuk dilangsungkan yaitu faktor pendukung, penghambat, cara mengatasi faktor penghambat, serta upaya pemerintah dalam partisipasi masyarakat untuk mencegah stunting melalui optimalisasi program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode: penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi langsung. Hasil/Temuan: Partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui program 1000 Hari Pertama Kehidupan khusunya di Kecamatan Palu Selatan kota palu terdapat penurunan. Keberhasilan program pemerintah didukung oleh partisipasi masyarakat, faktor pendukung adanya aksi pemerintah yang bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, faktor penghambat setelah pasca bencana yang dihadapi masyarakat Kota Palu Khususnya bagi masyarakat Kecamatan Palu Selatan yang mengurangi aktivias diluar rumah serta adanya iuran yang dibebankan kepada masyarakat karna program 1000 HPK masih belum mempunyai anggaran khusus. Kesimpulan: Partisipasi masyarakat di Kecamatan Palu Selatan, Provinsi Sulawesi Tengahmasih rendah dalam program 1000 HPK. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19686 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04910/IPDN/2024 | 363.859 844 31 CHR p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193607 | ||
| 005 | 20260206124648 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000691 |
| 082 | # | # | $a 363.859 844 31 |
| 084 | # | # | $a 363.859 844 31 CHR p |
| 100 | 0 | # | $a Christofel Parlin Pakpahan |
| 245 | 1 | # | $a PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH : $b - /$c Christofel Parlin Pakpahan |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 16hlm : $b Ilus ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (GAP): Provinsi Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi yang memiliki jumlah kasus stunting tertinggi. Berdasarkan observasi awal, Kecamatan Palu Selatan adalah wilayah yang capaiannya paling rendah diantara seluruh kecamatan di Kota Palu. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting di Kota Palu yaitu dengan adanya program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dalam menjalankan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kota Palu, diperlukann partisipasi masyarakat sehingga outcome yang ingin dihasilkan yaitu prevalensi angka stunting ini menurun setiap tahunnya. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam menghadiri posyandu, terutama oleh orang tua balita, mengakibatkan mereka melewatkan beberapa tes kesehatan yang dapat mendeteksi stunting pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 4 (tempat) fokus utama yang menjadi faktor-faktor penelitian ini untuk dilangsungkan yaitu faktor pendukung, penghambat, cara mengatasi faktor penghambat, serta upaya pemerintah dalam partisipasi masyarakat untuk mencegah stunting melalui optimalisasi program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode: penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi langsung. Hasil/Temuan: Partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui program 1000 Hari Pertama Kehidupan khusunya di Kecamatan Palu Selatan kota palu terdapat penurunan. Keberhasilan program pemerintah didukung oleh partisipasi masyarakat, faktor pendukung adanya aksi pemerintah yang bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, faktor penghambat setelah pasca bencana yang dihadapi masyarakat Kota Palu Khususnya bagi masyarakat Kecamatan Palu Selatan yang mengurangi aktivias diluar rumah serta adanya iuran yang dibebankan kepada masyarakat karna program 1000 HPK masih belum mempunyai anggaran khusus. Kesimpulan: Partisipasi masyarakat di Kecamatan Palu Selatan, Provinsi Sulawesi Tengahmasih rendah dalam program 1000 HPK. |
| 650 | # | 4 | $a persediaan bahan makanan masalah stunting |
| 700 | 0 | # | $a Akhmad Marzuki |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19686 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :