Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PULISAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA / PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ
Pengarang PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ
Rahmawati Sururama
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 15 hlm :Ilust ;--
ISBN -
Subjek Pengembangan Pariwisata
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada Dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Minahasa Utara sangat signifikan dengan penurunan kunjungan wisatawan sejak tahun 2020. Masalah-masalah utama yang dihadapi termasuk terbatasnya promosi dan infrastruktur pariwisata yang kurang memadai seperti toilet umum yang tidak layak dan minimnya jaringan internet. Masalah kebersihan di lokasi wisata, kurangnya penjualan merchandise, serta perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak matang juga menjadi kendala serius. Partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak pemangku kepentingan, serta konsep pariwisata berkelanjutan, dianggap krusial untuk mengatasi tantangan ini dan mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama di wilayah Likupang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keadaan kawasan wisata di Likupang, mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pengembangan lokasi wisata Likupang dan strategi pengembangannya. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel penelitian menggunakan purposive sampling method. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan diskusi serta dokumentasi. Wawancara dan Diskusi dilakukan dengan melaksanakan Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik dan Kantor Kabupaten Minahasa Utara. Data dianalisa dengan menggunakan analisis strategi Bryson. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pantai Pulisan Likupang masih memiliki banyak kekurangan dari faktor internal maupun eksternal dimana perlu dutungkatkan lagi pengembangan dan penglolaan objek wisata Pantai Pulisan. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan objek wisata Pantai Pulisan Likupang dapat dilakukan dengan tetap menjaga panorama dan kelestarian pantai Strategi yang direkomendasikan mencakup promosi besar-besaran melalui program pemerintah daerah untuk menarik pengunjung domestik dan internasional, peningkatan pada kualitas sumber daya manusia dan fasilitas pendukung,dan taman laut serta berupaya untuk melengkapi sarana prasarana terutama ketersediaan fasilitas listrik, air dan jaringan internet. Selanjutnya mempercepat pembangunan jalan penghubung baru dari bandara ke Likupang sehingga mempersingkat jarak dan waktu tempuh serta mendirikan pusat informasi wisata bagi para wisatawan. dan kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah dimana strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Utara yakni menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak yang terkait, meningkatkan fasilitas yang ada, meningkatkan promosi mengenai informasi tentang pantai Pulisan sehingga dapat menarik pengunjung. Tetapi ada juga beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan strategi yang dilakukan yakni kemungkinan terjadinya longsor, munculnya objek wisata lain yang lebih menarik, kurangnya minat pengunjung dan juga upaya untuk mengatasinya yakni menjaga panorama dan kelestarian pantai, melengkapi sarana dan prasarana yang ada dan mempercepat pembangunan jalan penghubung dari bandara ke Likupang dan menyiapkan pusat informasi wisata.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19884

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04993/IPDN/2024 354 598 423 1 PIN s Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193804
005 20260210090513
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000888
082 # # $a 354 598 423 1
084 # # $a 354 598 423 1 PIN s
100 0 # $a PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ
245 1 # $a STRATEGI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PULISAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA /$c PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 15 hlm : $b Ilust ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada Dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Minahasa Utara sangat signifikan dengan penurunan kunjungan wisatawan sejak tahun 2020. Masalah-masalah utama yang dihadapi termasuk terbatasnya promosi dan infrastruktur pariwisata yang kurang memadai seperti toilet umum yang tidak layak dan minimnya jaringan internet. Masalah kebersihan di lokasi wisata, kurangnya penjualan merchandise, serta perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak matang juga menjadi kendala serius. Partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak pemangku kepentingan, serta konsep pariwisata berkelanjutan, dianggap krusial untuk mengatasi tantangan ini dan mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama di wilayah Likupang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keadaan kawasan wisata di Likupang, mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pengembangan lokasi wisata Likupang dan strategi pengembangannya. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel penelitian menggunakan purposive sampling method. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan diskusi serta dokumentasi. Wawancara dan Diskusi dilakukan dengan melaksanakan Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik dan Kantor Kabupaten Minahasa Utara. Data dianalisa dengan menggunakan analisis strategi Bryson. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pantai Pulisan Likupang masih memiliki banyak kekurangan dari faktor internal maupun eksternal dimana perlu dutungkatkan lagi pengembangan dan penglolaan objek wisata Pantai Pulisan. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan objek wisata Pantai Pulisan Likupang dapat dilakukan dengan tetap menjaga panorama dan kelestarian pantai Strategi yang direkomendasikan mencakup promosi besar-besaran melalui program pemerintah daerah untuk menarik pengunjung domestik dan internasional, peningkatan pada kualitas sumber daya manusia dan fasilitas pendukung,dan taman laut serta berupaya untuk melengkapi sarana prasarana terutama ketersediaan fasilitas listrik, air dan jaringan internet. Selanjutnya mempercepat pembangunan jalan penghubung baru dari bandara ke Likupang sehingga mempersingkat jarak dan waktu tempuh serta mendirikan pusat informasi wisata bagi para wisatawan. dan kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah dimana strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Utara yakni menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak yang terkait, meningkatkan fasilitas yang ada, meningkatkan promosi mengenai informasi tentang pantai Pulisan sehingga dapat menarik pengunjung. Tetapi ada juga beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan strategi yang dilakukan yakni kemungkinan terjadinya longsor, munculnya objek wisata lain yang lebih menarik, kurangnya minat pengunjung dan juga upaya untuk mengatasinya yakni menjaga panorama dan kelestarian pantai, melengkapi sarana dan prasarana yang ada dan mempercepat pembangunan jalan penghubung dari bandara ke Likupang dan menyiapkan pusat informasi wisata.
650 # 4 $a Pengembangan Pariwisata
700 0 # $a Rahmawati Sururama
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19884
Content Unduh katalog