
| Judul | PENGEMBANGAN UNSUR-UNSUR MODAL SOSIAL UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG BANTAR DI KECAMATAN PAAL MERAH KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI : - / M. Adil Pradana |
| Pengarang | M. Adil Pradana Sayuti |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 11 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Pemberdayaan Masyarakat |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama di Kecamatan Paal Merah adalah masih banyaknya masyarakat yang kurang berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat yang dibuat oleh pemerintah, salah satunya dalam program Kampung BANTAR. Penyebab utama dari tidak merata dan tidak berlanjutannya program Kampung BANTAR di Kota Jambi adalah salah satunya karena kualitas unsur-unsur modal sosial yang rendah sehingga tidak adanya kemauan dan kecakapan untuk meningkatkan daerahnya dan hanya cenderung mengejar hadiah tanpa adanya perubahan. Unsur-unsur modal sosial tentunya dapat memberikan suatu pencapaian yang bermutu dan lebih maksimal terhadap pencapaian dalam program Kampung BANTAR terkait partisipasi masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui dan mengembangkan unsur-unsur modal sosial terhadap partisipasi masyarakat melalui program Kampung BANTAR serta menganilisis upaya mengatasi faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam program Kampung BANTAR di Kecamatan Paal Merah. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dan strategi dalam menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Adapun pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap para informan, serta dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur-unsur modal sosial pada masyarakat Paal Merah seperti partisipasi dalam jaringan, resiprositas, kepercayaan, tindakan proaktif serta norma dan nilai. Pengembangan unsur modal sosial dilakukan terhadap modal sosial partisipasi jaringan, resiprositas dan kepercayaan setelah didapatkan data dilapangan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dari kurangnya tingkat pendidikan masyarakat rendah, kesibukan masyarakat, kurangnya lahan bersama dan terakhir perbedaan suku budaya di masyarakat dilakukan upaya dengan meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat serta dengan mendorong keaktifan para tokoh masyarakat. Kesimpulan: Unsur-Unsur Modal Sosial dalam Masyarakat Paal Merah melalui Program Kampung BANTAR ialah sebagai berikut: 1) Partisipasi dalam jaringan terlihat dari adanya perkumpulan dalam masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam memberi masukan saat rapat atau forum bersam, 2) Resiprositas terlihat pada adanya hubungan kerjasama antara pihak kecamatan dan masyarakat saat proses sosialisasi bersama, 3) Kepercayaan terlihat pada pemilihan Ketua RT, 4) Tindakan proaktif terlihat pada masyarakat yang mempunyai jiwa semangat bahu membahu dalam membantu satu sama lain dan Ketika ada yang ditimpa musibah dan terakhir terkandung norma dan 5) Norma dan nilai tergambar dalam kegiatan gotong royong pelaksanaan kegiatan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15257 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05953/IPDN/2023 | 307.159 815 41 M. p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193834 | ||
| 005 | 20260210093755 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000918 |
| 082 | # | # | $a 307.159 815 41 |
| 084 | # | # | $a 307.159 815 41 M. p |
| 100 | 0 | # | $a M. Adil Pradana |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN UNSUR-UNSUR MODAL SOSIAL UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG BANTAR DI KECAMATAN PAAL MERAH KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI : $b - /$c M. Adil Pradana |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 11 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama di Kecamatan Paal Merah adalah masih banyaknya masyarakat yang kurang berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat yang dibuat oleh pemerintah, salah satunya dalam program Kampung BANTAR. Penyebab utama dari tidak merata dan tidak berlanjutannya program Kampung BANTAR di Kota Jambi adalah salah satunya karena kualitas unsur-unsur modal sosial yang rendah sehingga tidak adanya kemauan dan kecakapan untuk meningkatkan daerahnya dan hanya cenderung mengejar hadiah tanpa adanya perubahan. Unsur-unsur modal sosial tentunya dapat memberikan suatu pencapaian yang bermutu dan lebih maksimal terhadap pencapaian dalam program Kampung BANTAR terkait partisipasi masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui dan mengembangkan unsur-unsur modal sosial terhadap partisipasi masyarakat melalui program Kampung BANTAR serta menganilisis upaya mengatasi faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam program Kampung BANTAR di Kecamatan Paal Merah. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dan strategi dalam menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Adapun pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap para informan, serta dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur-unsur modal sosial pada masyarakat Paal Merah seperti partisipasi dalam jaringan, resiprositas, kepercayaan, tindakan proaktif serta norma dan nilai. Pengembangan unsur modal sosial dilakukan terhadap modal sosial partisipasi jaringan, resiprositas dan kepercayaan setelah didapatkan data dilapangan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dari kurangnya tingkat pendidikan masyarakat rendah, kesibukan masyarakat, kurangnya lahan bersama dan terakhir perbedaan suku budaya di masyarakat dilakukan upaya dengan meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat serta dengan mendorong keaktifan para tokoh masyarakat. Kesimpulan: Unsur-Unsur Modal Sosial dalam Masyarakat Paal Merah melalui Program Kampung BANTAR ialah sebagai berikut: 1) Partisipasi dalam jaringan terlihat dari adanya perkumpulan dalam masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam memberi masukan saat rapat atau forum bersam, 2) Resiprositas terlihat pada adanya hubungan kerjasama antara pihak kecamatan dan masyarakat saat proses sosialisasi bersama, 3) Kepercayaan terlihat pada pemilihan Ketua RT, 4) Tindakan proaktif terlihat pada masyarakat yang mempunyai jiwa semangat bahu membahu dalam membantu satu sama lain dan Ketika ada yang ditimpa musibah dan terakhir terkandung norma dan 5) Norma dan nilai tergambar dalam kegiatan gotong royong pelaksanaan kegiatan. |
| 650 | # | 4 | $a Pemberdayaan Masyarakat |
| 700 | 0 | # | $a Sayuti |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15257 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :