Cite This        Tampung        Export Record
Judul ABREVIASI BAHASA LOKAL PADA PENAMAAN APLIKASI DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MAKASSAR / Muh. Wira Mattalitti
Pengarang Muh. Wira Mattalitti
Sudarmono
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024
Deskripsi Fisik 15 hlm :illus
Subjek Administrasi Publik
Abstrak Permasalahan (GAP): Penamaan aplikasi menggunakan abreviasi bahasa lokal telah menjadi fenomena umum pada banyak pemerintah daerah diseluruh Indonesia. Penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan karena pertama, dari hasil kajian literatur belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas lokus dan fokus ini. Kedua, implikasinya terhadap pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) belum sepenuhnya dipahami. Ketiga, belum adanya kebijakan mengenai praktik penamaan aplikasi khususnya menggunakan abreviasi bahasa lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tahapan adopsi inovasi abreviasi bahasa lokal pada penamaan aplikasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, inovasi ini tidak melalui tahapan adopsi inovasi dengan sempurna meski inovasi ini telah diadopsi oleh Diskominfo Kota Makassar. Kesimpulan: Inovasi ini gagal pada tahap knowledge dimana kurangnya pemahaman membuat eksekusi nama aplikasi jadi tidak sesuai dengan konteksnya. Tahap implementasi juga belum maksimal karena masih adanya aplikasi yang tidak dinamai menggunakan abreviasi bahasa lokal sehingga memengaruhi hasil dari tahap konfirmasi dan membuatnya bersifat fleksibel tergantung kondisi dilapangan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19187

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05052/IPDN/2024 351.095 984 771 MU a Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193917
005 20260210112406
035 # # $a 0010-0226001001
082 # # $a 351.095 984 771
084 # # $a 351.095 984 771 MU a
100 0 # $a Muh. Wira Mattalitti
245 1 # $a ABREVIASI BAHASA LOKAL PADA PENAMAAN APLIKASI DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MAKASSAR /$c Muh. Wira Mattalitti
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024
300 # # $a 15 hlm : $b illus
520 # # $a Permasalahan (GAP): Penamaan aplikasi menggunakan abreviasi bahasa lokal telah menjadi fenomena umum pada banyak pemerintah daerah diseluruh Indonesia. Penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan karena pertama, dari hasil kajian literatur belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas lokus dan fokus ini. Kedua, implikasinya terhadap pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) belum sepenuhnya dipahami. Ketiga, belum adanya kebijakan mengenai praktik penamaan aplikasi khususnya menggunakan abreviasi bahasa lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tahapan adopsi inovasi abreviasi bahasa lokal pada penamaan aplikasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, inovasi ini tidak melalui tahapan adopsi inovasi dengan sempurna meski inovasi ini telah diadopsi oleh Diskominfo Kota Makassar. Kesimpulan: Inovasi ini gagal pada tahap knowledge dimana kurangnya pemahaman membuat eksekusi nama aplikasi jadi tidak sesuai dengan konteksnya. Tahap implementasi juga belum maksimal karena masih adanya aplikasi yang tidak dinamai menggunakan abreviasi bahasa lokal sehingga memengaruhi hasil dari tahap konfirmasi dan membuatnya bersifat fleksibel tergantung kondisi dilapangan.
650 # 4 $a Administrasi Publik
700 0 # $a Sudarmono
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19187
Content Unduh katalog