Cite This        Tampung        Export Record
Judul UPAYA PENGURANGAN ANGKA PUTUS SEKOLAH BAGI PENYANDANG DISABILITAS OLEH WALINAGARI DI KENAGARIAN TABEK PANJANG KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT : - / Windi Puan Maharani
Pengarang Windi Puan Maharani
Muhadam Labolo
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 10 hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Pendidikan Khusus untuk Disabilitas
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Angka Permasalahan putus sekolah bagi anak disabilitas kerap terlihat di Kenagarian Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Berbagai faktor yang menjadi penyebab anak disabilitas putus sekolah menjadi tugas tersendiri bagi pemerintah, pihak sekolah dan keluarga/masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kegiatan dan langkah-langkah yang diupayakan oleh Walinagari untuk mengurangi jumlah anak berkebutuhan khusus yang putus sekolah serta memberi penjelasan mngenai hambatan dan dukungan yang mendorong dan menghambat terlaksananya kegiatan yang diupayakan oleh Walinagari. Metode: Dengan menggunakan metode kualitatif deksriptif dengan strategi penelitian Studi Kasus atau sering disebut dengan CSR (Case Study Research). Dan teori yang digunakan merupakan teori dari Suyanto dan Dian Savitri yakninya dengan melakukan intervensi dini berupa penanganan anak yang bermasalah sedari dini, memanfaatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Hasil/Temuan: pemerintah kenagarian telah berupaya mengurangi angka putus sekolah dengan cara pengenalan terhadap masyarakat melalui komunikasi sosialisasi berupa pentas seni, memberikan bantuan seperti sekolah paket dan bantuan berupa dana dari kas Nagari, dan yang menjadi hambatan adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan inklusif serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang belum terbuka terhadap perbedaan yang ada. Kesimpulan: Penyebab anak penyandang disabilitas tidak mendapatkan pendidikan inklusif dikarenakan oleh pola asuh orangtua yang tidak efektif karena minimnya pengetahuan mengenai pola asuh anak apalagi anak dengan keterbatasan khusus atau disabilitas, begitu juga dengan masyarakat yang tidak terbuka atas perbedaan yang ada, dan hal lain terjadi karena faktor ekonomi yang kurang memadai mengingat pendidikan inklusif yang ada di Kenagarian Tabek Panjang merupakan sekolah swasta yang memerlukan biaya dalam sistem pengajarannya.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15360

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05973/IPDN/2023 371.915 981 382 WIN u Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193918
005 20260210112415
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001002
082 # # $a 371.915 981 382
084 # # $a 371.915 981 382 WIN u
100 0 # $a Windi Puan Maharani
245 1 # $a UPAYA PENGURANGAN ANGKA PUTUS SEKOLAH BAGI PENYANDANG DISABILITAS OLEH WALINAGARI DI KENAGARIAN TABEK PANJANG KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT : $b - /$c Windi Puan Maharani
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 10 hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Angka Permasalahan putus sekolah bagi anak disabilitas kerap terlihat di Kenagarian Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Berbagai faktor yang menjadi penyebab anak disabilitas putus sekolah menjadi tugas tersendiri bagi pemerintah, pihak sekolah dan keluarga/masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kegiatan dan langkah-langkah yang diupayakan oleh Walinagari untuk mengurangi jumlah anak berkebutuhan khusus yang putus sekolah serta memberi penjelasan mngenai hambatan dan dukungan yang mendorong dan menghambat terlaksananya kegiatan yang diupayakan oleh Walinagari. Metode: Dengan menggunakan metode kualitatif deksriptif dengan strategi penelitian Studi Kasus atau sering disebut dengan CSR (Case Study Research). Dan teori yang digunakan merupakan teori dari Suyanto dan Dian Savitri yakninya dengan melakukan intervensi dini berupa penanganan anak yang bermasalah sedari dini, memanfaatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Hasil/Temuan: pemerintah kenagarian telah berupaya mengurangi angka putus sekolah dengan cara pengenalan terhadap masyarakat melalui komunikasi sosialisasi berupa pentas seni, memberikan bantuan seperti sekolah paket dan bantuan berupa dana dari kas Nagari, dan yang menjadi hambatan adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan inklusif serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang belum terbuka terhadap perbedaan yang ada. Kesimpulan: Penyebab anak penyandang disabilitas tidak mendapatkan pendidikan inklusif dikarenakan oleh pola asuh orangtua yang tidak efektif karena minimnya pengetahuan mengenai pola asuh anak apalagi anak dengan keterbatasan khusus atau disabilitas, begitu juga dengan masyarakat yang tidak terbuka atas perbedaan yang ada, dan hal lain terjadi karena faktor ekonomi yang kurang memadai mengingat pendidikan inklusif yang ada di Kenagarian Tabek Panjang merupakan sekolah swasta yang memerlukan biaya dalam sistem pengajarannya.
650 # 4 $a Pendidikan Khusus untuk Disabilitas
700 0 # $a Muhadam Labolo
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15360
Content Unduh katalog