
| Judul | ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN NUNUKAN / Abdul Malik Fajar |
| Pengarang | Abdul Malik Fajar Agung Nurrahman |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 hlm :illus |
| Subjek | Perencanaan Administrasi Negara |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Research ini layak dan perlu dilakukan karena belum ada penelitian sebelumnya yang melihat kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan. Kedua, indeks SPBE Kabupaten Nunukan masih rendah dibandingkan dari Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga, Indeks SPBE Kabupaten Nunukan tahun 2019 dan 2020 berpredikat kurang. Berdasarkan masalah tersebut peneliti ingin menganalisis sejauh apakah kesiapan e-govovernment di Kabupaten Nunukan. Tujuan: Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan. Maka dari itu peneliti mengambil judul Analisis Kesiapan Penerapan E-Government di Kabupaten Nunukan. Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode quasi qualitative alasan menggunakan metode ini karena teori sebagai alat analisis data, serta menempatkan teori sebagai landasan berpikir sejak awal penelitian berlangsung. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling. Teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis yang dilakukan menggunakan teori kesiapan e-government (Indrajit, 2005). Hasil/Temuan : Hasil temuan menunjukkan terdapat kekurangan pada infrastruktur telekomunikasi yaitu keterjangkauan jaringan untuk daerah terpencil atau daerah perbatasan dimana masyarakat masih sulit mengakses internet. Kesimpulan : Kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan sudah tergolong siap. Akan tetapi, belum maksimal dikarenakan keterjangkaun jaringan yang masih sulit di akses oleh daerah terpencil. Akan tetapi pada 5 dimensi yang ada sudah tergolong siap hal ini dapat membantu terciptanya sistem pemerintahan bebasis elektronik di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik. |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00328/IPDN/2026 | 352.340 959 839 21 ABD a | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194073 | ||
| 005 | 20260211103823 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226001157 |
| 082 | # | # | $a 352.340 959 839 21 |
| 084 | # | # | $a 352.340 959 839 21 ABD a |
| 100 | 0 | # | $a Abdul Malik Fajar |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN NUNUKAN /$c Abdul Malik Fajar |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 hlm : $b illus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Research ini layak dan perlu dilakukan karena belum ada penelitian sebelumnya yang melihat kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan. Kedua, indeks SPBE Kabupaten Nunukan masih rendah dibandingkan dari Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga, Indeks SPBE Kabupaten Nunukan tahun 2019 dan 2020 berpredikat kurang. Berdasarkan masalah tersebut peneliti ingin menganalisis sejauh apakah kesiapan e-govovernment di Kabupaten Nunukan. Tujuan: Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan. Maka dari itu peneliti mengambil judul Analisis Kesiapan Penerapan E-Government di Kabupaten Nunukan. Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode quasi qualitative alasan menggunakan metode ini karena teori sebagai alat analisis data, serta menempatkan teori sebagai landasan berpikir sejak awal penelitian berlangsung. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling. Teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis yang dilakukan menggunakan teori kesiapan e-government (Indrajit, 2005). Hasil/Temuan : Hasil temuan menunjukkan terdapat kekurangan pada infrastruktur telekomunikasi yaitu keterjangkauan jaringan untuk daerah terpencil atau daerah perbatasan dimana masyarakat masih sulit mengakses internet. Kesimpulan : Kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan sudah tergolong siap. Akan tetapi, belum maksimal dikarenakan keterjangkaun jaringan yang masih sulit di akses oleh daerah terpencil. Akan tetapi pada 5 dimensi yang ada sudah tergolong siap hal ini dapat membantu terciptanya sistem pemerintahan bebasis elektronik di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik. |
| 650 | # | 4 | $a Perencanaan Administrasi Negara |
| 700 | 0 | # | $a Agung Nurrahman |
| 990 | # | # | $a 00328/IPDN/2026 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :