
| Judul | ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA / Muh. Hajarul Aswar |
| Pengarang | Muh. Hajarul Aswar Agung Nurrahman |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 27 hlm :illus |
| Subjek | Perencanaan Administrasi Negara |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang diperlukan penelitian ini yang pertama, belum ada riset atau kajian literatur yang membahas terkait kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Kedua, Adanya website pelayanan dan informasi publik yang tidak dapat diakses. Ketiga, Indeks SPBE Kota Ternate yang rendah seProvinsi Maluku Utara. Keempat, Belum adanya kebijakan terkait Smart City di Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Qualitative. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan egovernment dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Metode: Alasan digunakannya metode ini karena hasil penelitian yang diperoleh menggunakan teori sebagai dasar pemikiran dari awal penelitian atau alat analisis di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Purposive sampling dalam teknik pengambilan sampel. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 2 teori sebagai alat analisis yaitu pertama, teori kesiapan e-government (Indrajit, 2007). Kedua, teori smart governance (Giffinger,2007). Hasil/Temuan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate belum bisa terpenuhi secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan beberapa hambatan seperti, kurangnya infrastruktur, kurangnya SDM yang memiliki kapabilitas dalam bidang IT, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan teknologi informasi. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, e-government untuk mewujudkan smart governance di Kota Ternate masih belum berjalan dengan optimal sehingga peneliti memberikan saran Pertama, segera melengkapi infrastruktur penunjang pelaksanaan SPBE seperti command center dan jaringan telekomunikasi. Kedua, Melakukan pelatihan pegawai untuk memperdalam pengetahuan dan skill tentang teknologi informasi. Ketiga, Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan Teknologi Informasi untuk mengakses layanan pemerintah. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18934 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05093/IPDN/2024 | 352.340 959 854 23 MUH a | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194081 | ||
| 005 | 20260211104802 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226001165 |
| 082 | # | # | $a 352.340 959 854 23 |
| 084 | # | # | $a 352.340 959 854 23 MUH a |
| 100 | 0 | # | $a Muh. Hajarul Aswar |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /$c Muh. Hajarul Aswar |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 27 hlm : $b illus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang diperlukan penelitian ini yang pertama, belum ada riset atau kajian literatur yang membahas terkait kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Kedua, Adanya website pelayanan dan informasi publik yang tidak dapat diakses. Ketiga, Indeks SPBE Kota Ternate yang rendah seProvinsi Maluku Utara. Keempat, Belum adanya kebijakan terkait Smart City di Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Qualitative. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan egovernment dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Metode: Alasan digunakannya metode ini karena hasil penelitian yang diperoleh menggunakan teori sebagai dasar pemikiran dari awal penelitian atau alat analisis di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Purposive sampling dalam teknik pengambilan sampel. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 2 teori sebagai alat analisis yaitu pertama, teori kesiapan e-government (Indrajit, 2007). Kedua, teori smart governance (Giffinger,2007). Hasil/Temuan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate belum bisa terpenuhi secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan beberapa hambatan seperti, kurangnya infrastruktur, kurangnya SDM yang memiliki kapabilitas dalam bidang IT, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan teknologi informasi. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, e-government untuk mewujudkan smart governance di Kota Ternate masih belum berjalan dengan optimal sehingga peneliti memberikan saran Pertama, segera melengkapi infrastruktur penunjang pelaksanaan SPBE seperti command center dan jaringan telekomunikasi. Kedua, Melakukan pelatihan pegawai untuk memperdalam pengetahuan dan skill tentang teknologi informasi. Ketiga, Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan Teknologi Informasi untuk mengakses layanan pemerintah. |
| 650 | # | 4 | $a Perencanaan Administrasi Negara |
| 700 | 0 | # | $a Agung Nurrahman |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18934 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :