Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG TEMATIK BUNGA RONCE DI KELURAHAN SENDANGGUWO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH / Aldrian Noka Adhiasa
Pengarang Aldrian Noka Adhiasa
Juliati Prihatini
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 8 hlm
Subjek Pemberdayaan Masyarakat
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang kemiskinan dan pengangguran yang merupakan permasalahan sosial yang sering ditemukan di berbagai wilayah termasuk di Kota Semarang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Tematik Bunga Ronce di Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik di Kecamatan Tembalang sudah dilaksanakan dengan baik menurut Teori Mardikanto yaitu terdiri dari empat dimensi pemberdayaanya yaitu bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan serta secara normative sudah sesuai dengan Perda Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2016 dan Keputusan Walikota Nomor 050/444 tahun 2016. Faktor penghambat pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik adalah proses pembuatan bunga ronce membutuhkan waktu yang lama dan terbatasnya transportasi kendaraaan yang dimiliki oleh pengerajin. Faktor pendukungnya adalah partisipasi masyarakat untuk pelaksanaan kampung tematik dan terdapat kemitraan pengerajin dengan event organizer. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi faktor penghambat adalah memperbanyak pengerajin dalam satu kelompok usaha dan pemberian bantuan alat transportasi untuk mendistribusikan bunga ronce ke konsumen. Kesimpulan: Dalam pengembangan Kapasitas Individu sudah terlaksana dengan baik dimana sebelum ada program kampung tematik bunga ronce pengerajin bunga ronce hanya ada satu orang saja setelah adanya program kampung tematik terdapat 6 kelompok usaha kerajinan bunga ronce. Dalam Manajemen Produksi dan Operasi sudah bagus dimana Pemerintah Kelurahan Sendangguwo berusaha membangun taman bunga lagi agar kebutuhan bahan baku bunga dapat terpenuhi ketika pesanan sedang melonjak.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15863

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06158/IPDN/2023 307.109 598 265 2 ALD p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194293
005 20260219100208
035 # # $a 0010-0226001377
082 # # $a 307.109 598 265 2
084 # # $a 307.109 598 265 2 ALD p
100 0 # $a Aldrian Noka Adhiasa
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG TEMATIK BUNGA RONCE DI KELURAHAN SENDANGGUWO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /$c Aldrian Noka Adhiasa
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 8 hlm
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang kemiskinan dan pengangguran yang merupakan permasalahan sosial yang sering ditemukan di berbagai wilayah termasuk di Kota Semarang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Tematik Bunga Ronce di Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik di Kecamatan Tembalang sudah dilaksanakan dengan baik menurut Teori Mardikanto yaitu terdiri dari empat dimensi pemberdayaanya yaitu bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan serta secara normative sudah sesuai dengan Perda Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2016 dan Keputusan Walikota Nomor 050/444 tahun 2016. Faktor penghambat pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik adalah proses pembuatan bunga ronce membutuhkan waktu yang lama dan terbatasnya transportasi kendaraaan yang dimiliki oleh pengerajin. Faktor pendukungnya adalah partisipasi masyarakat untuk pelaksanaan kampung tematik dan terdapat kemitraan pengerajin dengan event organizer. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi faktor penghambat adalah memperbanyak pengerajin dalam satu kelompok usaha dan pemberian bantuan alat transportasi untuk mendistribusikan bunga ronce ke konsumen. Kesimpulan: Dalam pengembangan Kapasitas Individu sudah terlaksana dengan baik dimana sebelum ada program kampung tematik bunga ronce pengerajin bunga ronce hanya ada satu orang saja setelah adanya program kampung tematik terdapat 6 kelompok usaha kerajinan bunga ronce. Dalam Manajemen Produksi dan Operasi sudah bagus dimana Pemerintah Kelurahan Sendangguwo berusaha membangun taman bunga lagi agar kebutuhan bahan baku bunga dapat terpenuhi ketika pesanan sedang melonjak.
650 # 4 $a Pemberdayaan Masyarakat
700 0 # $a Juliati Prihatini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15863
Content Unduh katalog