
| Judul | PENERTIBAN ANAK JALANAN OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT / Yulis Yusriliah |
| Pengarang | Yulis Yusriliah |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 11 :ilus |
| Subjek | Permasalahan untuk Anak Jalanan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya permasalahan anak jalanan di Kota Tasikmalaya. Anak Jalanan itu sendiri mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya dalam upaya penegakan peraturan daerah dalam menyelenggarakan ketnetraman dan ketertiban umum. Penertiban yang dimaksud pada penelitian ini difokuskan pada penertiban Anak Jalanan. Metode: Dalam penelitian dan penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis penertiban menggunakan teori dari Retno Widjayanti meliputi; penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penertiban anak jalanan di Kota Tasikmalaya belum berjalan dengan baik. Hal ini dilihat dari masih banyaknya anak jalanan yang terdapat di Kota Tasikmalaya. Faktor yang menjadi penghambat dalam proses penertiban yaitu adanya koordinator anak jalanan yang sulit dilacak, aspek kesadaran masyarakat yang kurang, dan kurangnya fasilitas pendukung. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan himbauan kepada masyarakat mengenai larangan memberikan sumbangan kepada anak jalanan, serta melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Penertiban Anak Jalanan di Kota Tasikmalaya belum dilaksanakan dengan baik yang disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12584 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06238/IPDN/2023 | 362.730 959 824 46 YUL p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194391 | ||
| 005 | 20260221033437 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226001475 |
| 082 | # | # | $a 362.730 959 824 46 |
| 084 | # | # | $a 362.730 959 824 46 YUL p |
| 100 | 0 | # | $a Yulis Yusriliah |
| 245 | 1 | # | $a PENERTIBAN ANAK JALANAN OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT /$c Yulis Yusriliah |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 11 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya permasalahan anak jalanan di Kota Tasikmalaya. Anak Jalanan itu sendiri mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya dalam upaya penegakan peraturan daerah dalam menyelenggarakan ketnetraman dan ketertiban umum. Penertiban yang dimaksud pada penelitian ini difokuskan pada penertiban Anak Jalanan. Metode: Dalam penelitian dan penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis penertiban menggunakan teori dari Retno Widjayanti meliputi; penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penertiban anak jalanan di Kota Tasikmalaya belum berjalan dengan baik. Hal ini dilihat dari masih banyaknya anak jalanan yang terdapat di Kota Tasikmalaya. Faktor yang menjadi penghambat dalam proses penertiban yaitu adanya koordinator anak jalanan yang sulit dilacak, aspek kesadaran masyarakat yang kurang, dan kurangnya fasilitas pendukung. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan himbauan kepada masyarakat mengenai larangan memberikan sumbangan kepada anak jalanan, serta melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Penertiban Anak Jalanan di Kota Tasikmalaya belum dilaksanakan dengan baik yang disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. |
| 650 | # | 4 | $a Permasalahan untuk Anak Jalanan |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12584 |
Content Unduh katalog