Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP DAERAH (BANGUNAN) DALAM PENINGKATAN PAD PEMERINTAH KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR / Mochammad Roihan Allamsyah
Pengarang Mochammad Roihan Allamsyah
Ika Agustina
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 11 :ilus
Subjek Administrasi Publik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kota Surabaya merupakan Kota Metropolitan yang cukup padat, hal ini sejalan dengan permasalahan pengelolaan aset pemerintah Kota Surabaya. BPKAD Kota Surabaya merupakan satuan kerja yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengelola keuangan dan aset pemerintah kota Surabaya. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini mengetahui optimalisasi pemanfaatan, faktor penghambat dan upaya BPKAD dalam pemanfaatan aset bangunan yang dikelola oleh BPKAD dalam meningkatkan PAD kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait. Metode : Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggambarkan secara sistematis mengenai fakta, situasi dan aktivitias dari objek yang diteliti. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang menghambat optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Beberapa hambatan tersebut meliputi aset tetap bangunan yang rusak atau dalam kondisi buruk, tidak adanya pengelolaan yang profesional, kurangnya pengawasan atau monitoring, dan belum adanya kerja sama yang optimal dengan pihak swasta. BPKAD dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, BPKAD dapat melakukan beberapa upaya. BPKAD melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur terhadap aset tetap bangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pengawasan dan monitoring, dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman dan sumber daya yang cukup. Kesimpulan : Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12670

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06397/IPDN/2023 351.598 286 1 MOC o Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194595
005 20260302105757
035 # # $a 0010-0326000042
082 # # $a 351.598 286 1
084 # # $a 351.598 286 1 MOC o
100 0 # $a Mochammad Roihan Allamsyah
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP DAERAH (BANGUNAN) DALAM PENINGKATAN PAD PEMERINTAH KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR /$c Mochammad Roihan Allamsyah
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 11 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kota Surabaya merupakan Kota Metropolitan yang cukup padat, hal ini sejalan dengan permasalahan pengelolaan aset pemerintah Kota Surabaya. BPKAD Kota Surabaya merupakan satuan kerja yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengelola keuangan dan aset pemerintah kota Surabaya. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini mengetahui optimalisasi pemanfaatan, faktor penghambat dan upaya BPKAD dalam pemanfaatan aset bangunan yang dikelola oleh BPKAD dalam meningkatkan PAD kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait. Metode : Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggambarkan secara sistematis mengenai fakta, situasi dan aktivitias dari objek yang diteliti. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang menghambat optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Beberapa hambatan tersebut meliputi aset tetap bangunan yang rusak atau dalam kondisi buruk, tidak adanya pengelolaan yang profesional, kurangnya pengawasan atau monitoring, dan belum adanya kerja sama yang optimal dengan pihak swasta. BPKAD dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, BPKAD dapat melakukan beberapa upaya. BPKAD melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur terhadap aset tetap bangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pengawasan dan monitoring, dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman dan sumber daya yang cukup. Kesimpulan : Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
650 # 4 $a Administrasi Publik
700 0 # $a Ika Agustina
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12670
Content Unduh katalog