Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG / Kaka Afreza
Pengarang Kaka Afreza
Decky Dwi Utomo
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 16 :ilus
Subjek Keuangan Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemandirian keuangan pemerintah daerah adalah kondisi dimana tingkat kemampuan pemerintah daerah dalam memaksimalkan penerimaan daerah secara maksimal dalam menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Berdasarkan persentase kontribusi pendapatan asli daerah Kabupaten Bangka Selatan tahun 2019-2021 sangat rendah yaitu hanya sekitar 6,8% dari total realisasi pendapatan daerahnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Pemerintah daerah belum mampu untuk memaksimalkan upaya dalam menggali potensi daerah yang mengakibatkan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan Pemerintah Daerah, faktor penghambat, dan upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan kemandirian keuangan daerah tahun anggaran 2019-2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Penelitian ini menggunakan teori analisis rasio keuangan oleh Mahmudi yang terdiri dari rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian keuangan daerah, dan rasio ketergantungan keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan analisis rasio derajat desentralisasi fiskal sebesar 6,8% dalam kategori kurang, analisis rasio kemandirian keuangan daerah 7,8% dalam kategori rendah sekali dengan pola instruktif, dan rasio ketergantungan keuangan daerah 83,07% dengan kategori sangat tinggi. Dari hasil penelitian ini, di Kabupaten Bangka Selatan tergolong masih sangat rendah dalam pelaksanaan pemerintahan daerah. Dalam mengatasi permasalahan tersebut saran peneliti adalah Pemerintah Daerah dapat memaksimalkan realisasi penerimaan pajak dan retribusi guna mendapatkan Pendapatan Asli Daerah yang maksimal. Kesimpulan: Partispasi pemuda dalam program lorong literasi di Kelurahan Paccinongang telah berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan adanya kolaborasi yang baik dari pemerintah setempat dengan komunitas pemudanya. Guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam program lorong literasi, disarankan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial serta berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk wirausahawan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15991

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06569/IPDN/2023 336.013 598 163 21 KAK a Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194821
005 20260317123812
035 # # $a 0010-0326000268
082 # # $a 336.013 598 163 21
084 # # $a 336.013 598 163 21 KAK a
100 0 # $a Kaka Afreza
245 1 # $a ANALISIS KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG /$c Kaka Afreza
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 16 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemandirian keuangan pemerintah daerah adalah kondisi dimana tingkat kemampuan pemerintah daerah dalam memaksimalkan penerimaan daerah secara maksimal dalam menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Berdasarkan persentase kontribusi pendapatan asli daerah Kabupaten Bangka Selatan tahun 2019-2021 sangat rendah yaitu hanya sekitar 6,8% dari total realisasi pendapatan daerahnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Pemerintah daerah belum mampu untuk memaksimalkan upaya dalam menggali potensi daerah yang mengakibatkan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan Pemerintah Daerah, faktor penghambat, dan upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan kemandirian keuangan daerah tahun anggaran 2019-2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Penelitian ini menggunakan teori analisis rasio keuangan oleh Mahmudi yang terdiri dari rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian keuangan daerah, dan rasio ketergantungan keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan analisis rasio derajat desentralisasi fiskal sebesar 6,8% dalam kategori kurang, analisis rasio kemandirian keuangan daerah 7,8% dalam kategori rendah sekali dengan pola instruktif, dan rasio ketergantungan keuangan daerah 83,07% dengan kategori sangat tinggi. Dari hasil penelitian ini, di Kabupaten Bangka Selatan tergolong masih sangat rendah dalam pelaksanaan pemerintahan daerah. Dalam mengatasi permasalahan tersebut saran peneliti adalah Pemerintah Daerah dapat memaksimalkan realisasi penerimaan pajak dan retribusi guna mendapatkan Pendapatan Asli Daerah yang maksimal. Kesimpulan: Partispasi pemuda dalam program lorong literasi di Kelurahan Paccinongang telah berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan adanya kolaborasi yang baik dari pemerintah setempat dengan komunitas pemudanya. Guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam program lorong literasi, disarankan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial serta berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk wirausahawan.
650 # 4 $a Keuangan Daerah
700 0 # $a Decky Dwi Utomo
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15991
Content Unduh katalog