Cite This        Tampung        Export Record
Judul KUALITAS PELAYANAN AKTA KEMATIAN MELALUI WHATSAPP DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU / M. Roland Ahmad
Pengarang M. Roland Ahmad
MGS, Ismail
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 11
Subjek Layanan catatan sipil
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gangguan jaringan internet, jarak tempuh,dan kesadaran masyarakat merupakan faktor penghambat dalam pelayanan pembuatan akta kematian. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dilapangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara membuat sebuah program pelayanan akta kematian melalui aplikasi Whatsapp. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelayanan akta kematian melalui Whatsapp di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penghambat dari pelayanan akta kematian melalui Whatsapp di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk mengetahui dan menjelaskan upaya yang dilakukan aparatur pemerintah atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam pelayanan akta kematian melalui Whatsapp di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian mix methode dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan anatara fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan quisioner ,obesrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program penggunaan aplikasi Whatsapp dalam pembuatan akta kematian di Kabupaten Bengkulu Utara sudahberjalan dengan baik. Dibuktikan dengan 5 dimensi yang digunakan masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Terkendala oleh akses internet dan jaringan, sosialisasi yang belum memenuhi elemen masyarakat, respon balasan pesan yang lambat serta kurangnya wawasan masyarkat menjadi evaluasi untuk memaksimailkan pelayanan dokumen kependudukan melalui aplikasi Whatsapp. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian penulis bahwa pada indikator kualitas pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara ditemukan indikator yang memperoleh skor paling tinggi yaitu indikator Realibilitty dengan skor 643 (80,25%) dengan interpretasi sangat baik hal ini disebabkan dari kecakapan serta standar pelayanan yang diberikan oleh petugas kepada masyarakat . Selain itu, indikator Emphaty dengan skor 642 (80%), indikator Responsivness dengan skor 446, persentase 74%, indikator Assurence dengan skor 278 (73,9%), dan indikator Tangible memperoleh skor paling rendah dengan total 739 (69,8%) hal ini disebabkan oleh masih terbatasnya alat bantu layanan berupa kurangnya koneksi jaringan internet dalam pelayanan kepada masyarakat.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15723

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06616/IPDN/2023 352.395 981 32 M. k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194884
005 20260406085248
035 # # $a 0010-0426000029
082 # # $a 352.395 981 32
084 # # $a 352.395 981 32 M. k
100 0 # $a M. Roland Ahmad
245 1 # $a KUALITAS PELAYANAN AKTA KEMATIAN MELALUI WHATSAPP DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU /$c M. Roland Ahmad
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gangguan jaringan internet, jarak tempuh,dan kesadaran masyarakat merupakan faktor penghambat dalam pelayanan pembuatan akta kematian. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dilapangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara membuat sebuah program pelayanan akta kematian melalui aplikasi Whatsapp. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelayanan akta kematian melalui Whatsapp di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penghambat dari pelayanan akta kematian melalui Whatsapp di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk mengetahui dan menjelaskan upaya yang dilakukan aparatur pemerintah atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam pelayanan akta kematian melalui Whatsapp di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian mix methode dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan anatara fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan quisioner ,obesrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program penggunaan aplikasi Whatsapp dalam pembuatan akta kematian di Kabupaten Bengkulu Utara sudahberjalan dengan baik. Dibuktikan dengan 5 dimensi yang digunakan masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Terkendala oleh akses internet dan jaringan, sosialisasi yang belum memenuhi elemen masyarakat, respon balasan pesan yang lambat serta kurangnya wawasan masyarkat menjadi evaluasi untuk memaksimailkan pelayanan dokumen kependudukan melalui aplikasi Whatsapp. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian penulis bahwa pada indikator kualitas pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara ditemukan indikator yang memperoleh skor paling tinggi yaitu indikator Realibilitty dengan skor 643 (80,25%) dengan interpretasi sangat baik hal ini disebabkan dari kecakapan serta standar pelayanan yang diberikan oleh petugas kepada masyarakat . Selain itu, indikator Emphaty dengan skor 642 (80%), indikator Responsivness dengan skor 446, persentase 74%, indikator Assurence dengan skor 278 (73,9%), dan indikator Tangible memperoleh skor paling rendah dengan total 739 (69,8%) hal ini disebabkan oleh masih terbatasnya alat bantu layanan berupa kurangnya koneksi jaringan internet dalam pelayanan kepada masyarakat.
650 # 4 $a Layanan catatan sipil
700 0 # $a MGS, Ismail
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15723
Content Unduh katalog