Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENATAUSAHAAN ASET TETAP DALAM MENINGKATKAN KINERJA LAPORAN KEUANGAN YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DI PROVINSI DKI JAKARTA / Arif Satriawan
Pengarang Arif Satriawan
Marja Sinurat
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 13 :ilus
Subjek Administrasi Pemerintah Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Penulis berfokus pada permasalahan berkaitan dengan identifikasi dan pengumpulan aset, penatausahaan dan pelaporan aset, serta monitoring pada aset tetap di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan: 2 untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan penatausahaan aset tetap serta hambatan dan upaya yang tepat dalam meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang transparan dan akuntabel di Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif serta menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk menggambarkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta di lapangan sesuai dengan teori dari Moermahadi mengenai pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan untuk meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Hasil/Temuan: Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah terbilang baik, karena penatausahaan yang dilakukan sesuai dengan 3 (tiga) dimensi yang digunakan yaitu pembukuan dengan pencatatan yang dikelompokkan, inventarisasi yang sesuai antara data aset dan aset yang berada dilapangan, dan pelaporan yang dilakukan secara teratur. Kesimpulan: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memiliki hambatan terutama dalam pelaksanaan penatausahaan aset tetap yang dilakukan BPAD seperti kesulitan pencatatan dan memperoleh kelengkapan dokumen kepemilikan, adanya ketidaksesuaian antara aset yang tertulis dan barang yang ada di lapangan, dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah melakukan beberapa upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut agar dapat meningkatkan laporan keuangan pemerintah yang lebih transparan dan akuntabel. Saran dari penulis sebaiknya pemerintah harus lebih terbuka dan bertanggungjawab terhadap penatausahaan aset tetap.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12704

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06721/IPDN/2023 352.150 959 822 ARI p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195007
005 20260407014321
035 # # $a 0010-0426000152
082 # # $a 352.150 959 822
084 # # $a 352.150 959 822 ARI p
100 0 # $a Arif Satriawan
245 1 # $a PENATAUSAHAAN ASET TETAP DALAM MENINGKATKAN KINERJA LAPORAN KEUANGAN YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DI PROVINSI DKI JAKARTA /$c Arif Satriawan
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 13 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Penulis berfokus pada permasalahan berkaitan dengan identifikasi dan pengumpulan aset, penatausahaan dan pelaporan aset, serta monitoring pada aset tetap di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan: 2 untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan penatausahaan aset tetap serta hambatan dan upaya yang tepat dalam meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang transparan dan akuntabel di Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif serta menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk menggambarkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta di lapangan sesuai dengan teori dari Moermahadi mengenai pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan untuk meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Hasil/Temuan: Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah terbilang baik, karena penatausahaan yang dilakukan sesuai dengan 3 (tiga) dimensi yang digunakan yaitu pembukuan dengan pencatatan yang dikelompokkan, inventarisasi yang sesuai antara data aset dan aset yang berada dilapangan, dan pelaporan yang dilakukan secara teratur. Kesimpulan: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memiliki hambatan terutama dalam pelaksanaan penatausahaan aset tetap yang dilakukan BPAD seperti kesulitan pencatatan dan memperoleh kelengkapan dokumen kepemilikan, adanya ketidaksesuaian antara aset yang tertulis dan barang yang ada di lapangan, dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah melakukan beberapa upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut agar dapat meningkatkan laporan keuangan pemerintah yang lebih transparan dan akuntabel. Saran dari penulis sebaiknya pemerintah harus lebih terbuka dan bertanggungjawab terhadap penatausahaan aset tetap.
650 # 4 $a Administrasi Pemerintah Daerah
700 0 # $a Marja Sinurat
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12704
Content Unduh katalog