
| Judul | ANALISIS PROSPEKTIF PENERAPAN KEBIJAKAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM UPAYA PENINGKATAN URBAN AGRICULTURE DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG / Nasution, Hafizsyah Muhannan |
| Pengarang | Nasution, Hafizsyah Muhannan |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 22 :ilus |
| Subjek | Perencanaan tata kota |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang: Wilayah perkotaan saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dan perannya sangat penting. Pertumbuhan dan perkembangan kota diikuti dengan tekanan dalam pengembangan perkotaan menimbulkan permasalahan seperti konversi lahan pertanian, peningkatan inefisiensi dalam infrastruktur dan masyarkaat perkotaan yang kurang produktif sehingga pengelolaan ruang kota makin berat. Perlu adanya suatu kebijakan dalam mempersiapkan pemanfaatan ruang terutama Ruang Terbuka Hijau yang berimplikasi terhadap keberlanjutan kota. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segala kemungkinan yang ada bersifat positif dan mengolahnya menjadi peluang dalam merencanakan kebijakan yang ada, dalam hal ini kebijakan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, sebagai bentuk baru dalam pemanfaatan ruang guna meningkatkan urban agriculture di wilayah perkotaan dimana peran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro sangat berpengaruh dalam perencanaan kebijakan tersebut untuk diterapkan di Kota Metro. Metode: Model penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Penulis dalam mengumpulkan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi pada lokasi penelitian. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh William N. Dunn yaitu Analisis Prospektif dengan dimensi Perumusan Masalah, Peramalan Kebijakan dan Rekomendasi Kebijakan untuk menentukan aspek-aspek yang akan diteliti. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam pengelolaan tata ruang di Kota Metro masih terdapat kendala terutama dalam Ruang Terbuka Hijau karena masih belum maksimalnya kebijakan yang ada dan tergolong baru serta kebijakan pendukung dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan terutama pengelolaan Ruang Terbuka Hijau. Tidak hanya di regulasi, namun dalam penegakan hukum dan respon masyarakat masih minim yang menjadikan sumber masalah lainnya. Kesimpulan: Hal ini membuktikan permasalahan Ruang Terbuka Hijau menjadi penting dan perlu adanya inovasi dalam perumusan kebijakan selanjutnya dengan memberikan suatu prospektif positif apabila kebijakan tersebut dikembangkan menjadi peluang pertanian perkotaan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16190 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06862/IPDN/2023 | 711.459 818 34 NAS a | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195162 | ||
| 005 | 20260413081824 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000307 |
| 082 | # | # | $a 711.459 818 34 |
| 084 | # | # | $a 711.459 818 34 NAS a |
| 100 | 0 | # | $a Nasution, Hafizsyah Muhannan |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS PROSPEKTIF PENERAPAN KEBIJAKAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM UPAYA PENINGKATAN URBAN AGRICULTURE DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG /$c Nasution, Hafizsyah Muhannan |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 22 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang: Wilayah perkotaan saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dan perannya sangat penting. Pertumbuhan dan perkembangan kota diikuti dengan tekanan dalam pengembangan perkotaan menimbulkan permasalahan seperti konversi lahan pertanian, peningkatan inefisiensi dalam infrastruktur dan masyarkaat perkotaan yang kurang produktif sehingga pengelolaan ruang kota makin berat. Perlu adanya suatu kebijakan dalam mempersiapkan pemanfaatan ruang terutama Ruang Terbuka Hijau yang berimplikasi terhadap keberlanjutan kota. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segala kemungkinan yang ada bersifat positif dan mengolahnya menjadi peluang dalam merencanakan kebijakan yang ada, dalam hal ini kebijakan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, sebagai bentuk baru dalam pemanfaatan ruang guna meningkatkan urban agriculture di wilayah perkotaan dimana peran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro sangat berpengaruh dalam perencanaan kebijakan tersebut untuk diterapkan di Kota Metro. Metode: Model penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Penulis dalam mengumpulkan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi pada lokasi penelitian. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh William N. Dunn yaitu Analisis Prospektif dengan dimensi Perumusan Masalah, Peramalan Kebijakan dan Rekomendasi Kebijakan untuk menentukan aspek-aspek yang akan diteliti. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam pengelolaan tata ruang di Kota Metro masih terdapat kendala terutama dalam Ruang Terbuka Hijau karena masih belum maksimalnya kebijakan yang ada dan tergolong baru serta kebijakan pendukung dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan terutama pengelolaan Ruang Terbuka Hijau. Tidak hanya di regulasi, namun dalam penegakan hukum dan respon masyarakat masih minim yang menjadikan sumber masalah lainnya. Kesimpulan: Hal ini membuktikan permasalahan Ruang Terbuka Hijau menjadi penting dan perlu adanya inovasi dalam perumusan kebijakan selanjutnya dengan memberikan suatu prospektif positif apabila kebijakan tersebut dikembangkan menjadi peluang pertanian perkotaan. |
| 650 | # | 4 | $a Perencanaan tata kota |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16190 |
Content Unduh katalog