
| Judul | EFEKTIVITAS PEMBERIAN TPP DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Muhammad Hafizh Mu’tashim |
| Pengarang | Muhammad Hafizh Mu’tashim Haryanto |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | Pegawai Pemerintah |
| Abstrak | Permasalahan/latar belakang (GAP): Kesejahteraan pegawai menjadi modal dasar dalam mencapai tujuan organisasi. Munculnya motivasi pada pegawai untuk bekerja tidak lepas dari adanya kompensasi atas pekerjaan tersebut, pemberian kompensasi yang baik akan berdampak pada capaian hasil kinerja pegawai dan tujuan organisasi. Dengan adanya kompensasi yang diterima harapannya pegawai akan bekerja dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Namun demikian pada Sekretariat Daerah kabupaten hulu sungai tengah provinsi Kalimantan selatan dalam pelaksanaan pemberian TPP masih terdapat permasalahan yang muncul seperti kurang proporsionalnya TPP yang diterima pegawai, kurangnya kesadaran diri pada pegawai atas tugas dan tanggung jawabnya, ketiadaan standar capaian kinerja pegawai dalam perhitungan TPP, dan permasalahan yang muncul terkait penggunaan aplikasi absen Barabai Rajin Begawi (BRB) dan E-KITA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis serta mendeskripsikan bagaiamana efektivitas pemberian tambahan penghasilan pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai di sekretariat daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, faktor penghambat serta upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Sumber data menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberian TPP di sekretariat daerah kabupaten hulu sungai tengah sudah cukup efektif, namun masih terdapat hambatan seperti kurangnya kesadaran diri pegawai terhadap tugas dan tanggung jawabnya, ketiadaan kriteria standar untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah diselesaikan dan target capaian kinerja yang tidak memiliki regulasi khusus mengenai hal tersebut, permasalahan pada saat absensi dan pengisian laporan kinerja melalui server aplikasi E-KITA dan absen BRB. Kesimpulan: Pelaksanaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil. Faktor penghambat yang ditemukan dilapangan pada akhirnya harus diberikan solusi terbaik mengatasi permasalahan tersebut seperti memberikan motivasi kerja kepada pegawai negeri sipil, engawasan intensif oleh pimpinan terhadap hasil kerja pegawai negeri sipil, perbaikan stabilitas server aplikasi EKITA dan absensi Barabai Rajin Begawi (BRB). |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15858 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06873/IPDN/2023 | 352.630 959 836 32 MUH e | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195173 | ||
| 005 | 20260413084114 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000318 |
| 082 | # | # | $a 352.630 959 836 32 |
| 084 | # | # | $a 352.630 959 836 32 MUH e |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Hafizh Mu’tashim |
| 245 | 1 | # | $a EFEKTIVITAS PEMBERIAN TPP DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Muhammad Hafizh Mu’tashim |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/latar belakang (GAP): Kesejahteraan pegawai menjadi modal dasar dalam mencapai tujuan organisasi. Munculnya motivasi pada pegawai untuk bekerja tidak lepas dari adanya kompensasi atas pekerjaan tersebut, pemberian kompensasi yang baik akan berdampak pada capaian hasil kinerja pegawai dan tujuan organisasi. Dengan adanya kompensasi yang diterima harapannya pegawai akan bekerja dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Namun demikian pada Sekretariat Daerah kabupaten hulu sungai tengah provinsi Kalimantan selatan dalam pelaksanaan pemberian TPP masih terdapat permasalahan yang muncul seperti kurang proporsionalnya TPP yang diterima pegawai, kurangnya kesadaran diri pada pegawai atas tugas dan tanggung jawabnya, ketiadaan standar capaian kinerja pegawai dalam perhitungan TPP, dan permasalahan yang muncul terkait penggunaan aplikasi absen Barabai Rajin Begawi (BRB) dan E-KITA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis serta mendeskripsikan bagaiamana efektivitas pemberian tambahan penghasilan pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai di sekretariat daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, faktor penghambat serta upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Sumber data menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberian TPP di sekretariat daerah kabupaten hulu sungai tengah sudah cukup efektif, namun masih terdapat hambatan seperti kurangnya kesadaran diri pegawai terhadap tugas dan tanggung jawabnya, ketiadaan kriteria standar untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah diselesaikan dan target capaian kinerja yang tidak memiliki regulasi khusus mengenai hal tersebut, permasalahan pada saat absensi dan pengisian laporan kinerja melalui server aplikasi E-KITA dan absen BRB. Kesimpulan: Pelaksanaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil. Faktor penghambat yang ditemukan dilapangan pada akhirnya harus diberikan solusi terbaik mengatasi permasalahan tersebut seperti memberikan motivasi kerja kepada pegawai negeri sipil, engawasan intensif oleh pimpinan terhadap hasil kerja pegawai negeri sipil, perbaikan stabilitas server aplikasi EKITA dan absensi Barabai Rajin Begawi (BRB). |
| 650 | # | 4 | $a Pegawai Pemerintah |
| 700 | 0 | # | $a Haryanto |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15858 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :