Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET TETAP TANAH DALAM MEMPERTAHANKAN OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP) PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN / Rakhmat Hidayat
Pengarang Rakhmat Hidayat
Budi Margono
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 9 :ilus
Subjek Keuangan Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan keuangan Pemerintah Daerah menjadi target setiap Pemerintah Daerah terkhusus Pemrintah Kabupaten Bulukumba. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2021 kembali mendapatakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-9 (sembilan) . Pengelolaan aset tetap adalah salah satu hal yang penting untuk mempertahankan opini WTP atas LKPD. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah untuk mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian di Kabupaten Bulukumba. Selain itu untuk menganalisa faktor- faktor penghambat dalam optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah serta mengetahui upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi.. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih terdapat berbagai hambatan seperti kesulitan dalam memperoleh bukti kelengkapan atas aset tetap, adanya aset tetap yang hilang, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia yang melaksanakan pengelolaan aset. Kesimpulan:. Optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah di Kabupaten Bulukumba belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan masih terdapat faktor-faktor penghambat seperti banyaknya temuan BPK terhadap LKPD. Upaya yang telah dilakukan oleh BPKAD antara lain melengkapi dokumen atas aset tetap, melakukan pengajuan sidang kepada MP-TGR atas aset tetap yang hilang, meningkatkan kompetensi pegawai dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). Untuk saran dari peneliti sendiri kepada BPKAD antara lain melaksanakan inventarisasi, survey lapangan, melengkapi bukti kepemilikan, penambahan alokasi dana APBD.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15130

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06885/IPDN/2023 336.013 598 479 2 RAK o Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195185
005 20260413090607
035 # # $a 0010-0426000330
082 # # $a 336.013 598 479 2
084 # # $a 336.013 598 479 2 RAK o
100 0 # $a Rakhmat Hidayat
245 1 # $a OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET TETAP TANAH DALAM MEMPERTAHANKAN OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP) PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Rakhmat Hidayat
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 9 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan keuangan Pemerintah Daerah menjadi target setiap Pemerintah Daerah terkhusus Pemrintah Kabupaten Bulukumba. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2021 kembali mendapatakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-9 (sembilan) . Pengelolaan aset tetap adalah salah satu hal yang penting untuk mempertahankan opini WTP atas LKPD. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah untuk mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian di Kabupaten Bulukumba. Selain itu untuk menganalisa faktor- faktor penghambat dalam optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah serta mengetahui upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi.. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih terdapat berbagai hambatan seperti kesulitan dalam memperoleh bukti kelengkapan atas aset tetap, adanya aset tetap yang hilang, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia yang melaksanakan pengelolaan aset. Kesimpulan:. Optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah di Kabupaten Bulukumba belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan masih terdapat faktor-faktor penghambat seperti banyaknya temuan BPK terhadap LKPD. Upaya yang telah dilakukan oleh BPKAD antara lain melengkapi dokumen atas aset tetap, melakukan pengajuan sidang kepada MP-TGR atas aset tetap yang hilang, meningkatkan kompetensi pegawai dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). Untuk saran dari peneliti sendiri kepada BPKAD antara lain melaksanakan inventarisasi, survey lapangan, melengkapi bukti kepemilikan, penambahan alokasi dana APBD.
650 # 4 $a Keuangan Daerah
700 0 # $a Budi Margono
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15130
Content Unduh katalog