Cite This        Tampung        Export Record
Judul PARTISIPASI ETNIS TIONGHOA DI KELURAHAN KRANGGAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2020 / Vega Aprinda Lolita
Pengarang Vega Aprinda Lolita
Nurliah Nurdin
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 11 :ilus
Subjek Pemilihan Kepala daerah
Abstrak Permasalahan/LatarBelakang(GAP): Etnis Tionghoa yang berada di Kelurahan Kranggan lebih memilih untuk berdagang saat hari h pemungutan suara, ada juga yang memilih untuk mengikuti pemilu dulu baru kemudian membuka tokonya Kembali Dari 5 RW yang tersebar di Kelurahan Kranggan hanya 1 RW saja yang berpenduduk pribumi, sedangkan 4 RW lainnya mayoritas berisi warga Etnis Tionghoa, hal ini yang membuat adanya perbedaan tingkat partisipasi di tiap RW yang berada di Kelurahan Kranggan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan dalam Pemilihan Kepala Daerah, faktor penghambat dalam peningkatan partisipasi Etnis Tionghoa, upaya mengatasi hambatan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan me tode kualitatif dengan pedekatan induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, serta tidak menggunakan metode observasi dikarenakan penelitian yang dilakukan sudah terlewat yaitu di Tahun 2020. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu 1. Kesadaran masyarakat Tionghoa masih kurang yaitu enggan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala daerah karena tidak adanya ketertarikan dengan kegiatan politik 2) masyarakat Tionghoa banyak yang tidak perduli dengan kegiatan pemilihan dan lebih mengutamakan dirinya untuk bekerja, tetapi saat pemilihan calon anggota DPRD angka partisipasi politik meningkat karena adanya calon tersebut yang maju yang berasal dari kalangan etnis Tionghoa 3) , jumlah warga Tionghoa yang hadir dalam sosialisasi dan mengikuti tahapan kampanye sangat terbatas Kesimpulan: partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan tidak akan berjalan dengan baik apabila sosialisasi dari KPU tidak merata, sehingga factor-faktor penghambat lainnya tidak akan teratasi apabila permasalahan mengenai tingkat partisipasi tidak berjalan dengan baik
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15253

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06890/IPDN/2023 324.959 826 52 VEG p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195190
005 20260413091521
035 # # $a 0010-0426000335
082 # # $a 324.959 826 52
084 # # $a 324.959 826 52 VEG p
100 0 # $a Vega Aprinda Lolita
245 1 # $a PARTISIPASI ETNIS TIONGHOA DI KELURAHAN KRANGGAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2020 /$c Vega Aprinda Lolita
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 11 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/LatarBelakang(GAP): Etnis Tionghoa yang berada di Kelurahan Kranggan lebih memilih untuk berdagang saat hari h pemungutan suara, ada juga yang memilih untuk mengikuti pemilu dulu baru kemudian membuka tokonya Kembali Dari 5 RW yang tersebar di Kelurahan Kranggan hanya 1 RW saja yang berpenduduk pribumi, sedangkan 4 RW lainnya mayoritas berisi warga Etnis Tionghoa, hal ini yang membuat adanya perbedaan tingkat partisipasi di tiap RW yang berada di Kelurahan Kranggan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan dalam Pemilihan Kepala Daerah, faktor penghambat dalam peningkatan partisipasi Etnis Tionghoa, upaya mengatasi hambatan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan me tode kualitatif dengan pedekatan induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, serta tidak menggunakan metode observasi dikarenakan penelitian yang dilakukan sudah terlewat yaitu di Tahun 2020. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu 1. Kesadaran masyarakat Tionghoa masih kurang yaitu enggan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala daerah karena tidak adanya ketertarikan dengan kegiatan politik 2) masyarakat Tionghoa banyak yang tidak perduli dengan kegiatan pemilihan dan lebih mengutamakan dirinya untuk bekerja, tetapi saat pemilihan calon anggota DPRD angka partisipasi politik meningkat karena adanya calon tersebut yang maju yang berasal dari kalangan etnis Tionghoa 3) , jumlah warga Tionghoa yang hadir dalam sosialisasi dan mengikuti tahapan kampanye sangat terbatas Kesimpulan: partisipasi Etnis Tionghoa di Kelurahan Kranggan tidak akan berjalan dengan baik apabila sosialisasi dari KPU tidak merata, sehingga factor-faktor penghambat lainnya tidak akan teratasi apabila permasalahan mengenai tingkat partisipasi tidak berjalan dengan baik
650 # 4 $a Pemilihan Kepala daerah
700 0 # $a Nurliah Nurdin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15253
Content Unduh katalog