Cite This        Tampung        Export Record
Judul KINERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN POLITIK BAGI MASYARAKAT DI KOTA TANJUNG PINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU / Rachmad Berlian
Pengarang Rachmad Berlian
Hyronimus Rowa
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 11
Subjek Ilmu politik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Kinerja badan kesatuan bangsa dan politik dalam meningkatkan pendidikan politik bagi masyarakat di kota tanjung pinang masih sangat jauh dari kata baik, pendidikan politik itu sangat penting dan tidak bisa di anggap sebagai suatu hal yang di kesampingan. Tujuan : Untuk mengetahui upaya dan faktor apa saja yang penghambat dalam melaksanakan peningkatan pendidikan politik di kota Tanjung Pinang. Metode: pendekatan kualitatif deangan metode penelitian deskriptif. Teori yang peneliti gunakan dalam penulisan ini mengunakan teori kinerja yang dikemukakan oleh Agus Dwiyanto dengan indikator produktifitas,kualitas layanan,responvisitas, responbilitas dan akuntabilitas. Hasil dan Temuan : kinerja Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Tanjung Pinang masih belum optimal hal ini tampak dari : produktivitas dari tingkat produktivitas aparatur masih belum bekerja dengan efektif dan efesien, kualitas pelayanan kepada masyarakat sudah dijalankan dengan baik, responsivitas sendiri dari kinerja kesbangpol belum mampu mengenali kebutuhan masyarakat setempat, akuntabilitas badan kesatuan bangsa dan politik sudah baik dengan menerapkan laporan kegiatan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan segi responbilitas oleh badan kesatuan bangsa dan politik masih kurang baik, hal ini karena dari program masih banyak program yang belum terlaksana dengan baik. Faktor pendukung adalah motivasi kerja yang sangat tinggi, lingkungan kerja yang ada di badan kesatuan bangsa dan politik antar sesama pegawai nya saling berinteraksi dengan baik. Faktor penghambat adalah kurangnya fasilitas kerja aparatur, kurangnya keahlian atau kemampuan yang dimiliki aparatur, kurangnya partisipasi masyarakat. upaya yang dilakukan oleh kinerja badan kesatuan bangsa dan politik untuk menghadapi hambatan yang ada yaitu : upaya internal adalah menambah fasilitas kerja, memberikan pelatihan dan pendidikan bagi aparatur upaya eksternal adalah mengajak masyarakat untuk mendukung program, memberikan program sosialisasi khususnya pendidikan politik. Kesimpulan : aparatur badan kesbangpol sendiri masih belum optimal karna belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan aparatur masih belum bekerja secara efektif dan efisien karna kurang nya keahlian dan kemampuan yang dimiliki aparatur serta kurang nya partisipasi masyarakat akan kesadaran penting nya politik dan menggangap politik adalah hal yang tidak penting bagi mereka di zaman yang modern ini.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15481

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06959/IPDN/2023 320.598 143 7 RAC k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195262
005 20260413011724
035 # # $a 0010-0426000407
082 # # $a 320.598 143 7
084 # # $a 320.598 143 7 RAC k
100 0 # $a Rachmad Berlian
245 1 # $a KINERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN POLITIK BAGI MASYARAKAT DI KOTA TANJUNG PINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Rachmad Berlian
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Kinerja badan kesatuan bangsa dan politik dalam meningkatkan pendidikan politik bagi masyarakat di kota tanjung pinang masih sangat jauh dari kata baik, pendidikan politik itu sangat penting dan tidak bisa di anggap sebagai suatu hal yang di kesampingan. Tujuan : Untuk mengetahui upaya dan faktor apa saja yang penghambat dalam melaksanakan peningkatan pendidikan politik di kota Tanjung Pinang. Metode: pendekatan kualitatif deangan metode penelitian deskriptif. Teori yang peneliti gunakan dalam penulisan ini mengunakan teori kinerja yang dikemukakan oleh Agus Dwiyanto dengan indikator produktifitas,kualitas layanan,responvisitas, responbilitas dan akuntabilitas. Hasil dan Temuan : kinerja Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Tanjung Pinang masih belum optimal hal ini tampak dari : produktivitas dari tingkat produktivitas aparatur masih belum bekerja dengan efektif dan efesien, kualitas pelayanan kepada masyarakat sudah dijalankan dengan baik, responsivitas sendiri dari kinerja kesbangpol belum mampu mengenali kebutuhan masyarakat setempat, akuntabilitas badan kesatuan bangsa dan politik sudah baik dengan menerapkan laporan kegiatan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan segi responbilitas oleh badan kesatuan bangsa dan politik masih kurang baik, hal ini karena dari program masih banyak program yang belum terlaksana dengan baik. Faktor pendukung adalah motivasi kerja yang sangat tinggi, lingkungan kerja yang ada di badan kesatuan bangsa dan politik antar sesama pegawai nya saling berinteraksi dengan baik. Faktor penghambat adalah kurangnya fasilitas kerja aparatur, kurangnya keahlian atau kemampuan yang dimiliki aparatur, kurangnya partisipasi masyarakat. upaya yang dilakukan oleh kinerja badan kesatuan bangsa dan politik untuk menghadapi hambatan yang ada yaitu : upaya internal adalah menambah fasilitas kerja, memberikan pelatihan dan pendidikan bagi aparatur upaya eksternal adalah mengajak masyarakat untuk mendukung program, memberikan program sosialisasi khususnya pendidikan politik. Kesimpulan : aparatur badan kesbangpol sendiri masih belum optimal karna belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan aparatur masih belum bekerja secara efektif dan efisien karna kurang nya keahlian dan kemampuan yang dimiliki aparatur serta kurang nya partisipasi masyarakat akan kesadaran penting nya politik dan menggangap politik adalah hal yang tidak penting bagi mereka di zaman yang modern ini.
650 # 4 $a Ilmu politik
700 0 # $a Hyronimus Rowa
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15481
Content Unduh katalog