Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR / Ardhia Yunita Widyastuti
Pengarang Ardhia Yunita Widyastuti
Muchlis Hamdi
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 9
Subjek Penanggulangan Bencana Banjir
Abstrak Pernasalahan/Latar Belakang (GAP): kurangnya pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir dan tanggap darurat, serta minimnya masyarakat dalam pemanfaatan kelurahan tanggap darurat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung implementasi penanggulangan bencana banjir tersebut serta upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi, dan studi dokumen. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode: analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya implementasi ini disebabkan oleh yang mendukung maupun yang menghambat. Faktor pendukung berupa Adanya organisasi baru dan tugas baru mencakup jumlah keseluruhan pegawai dan sesuai dengan tupoksi, pendapatan dan belanja anggaran yang cukup, SOP yang berjalan dengan baik, tersedianya alat pendeteksi yang memadai. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat merupakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tanggap bencana, kurangnya pemahaman masyarakat tentang rehabilitasi bangunan akibat bencana banjir, kurangnya sosialisasi dari pihak BPBD kepada masyarakat, belum maksimalnya pemahaman masyarakat dalam tugas kelurahan tanggap bencana kurangnya sarana dan prasana yang disiapkan, kurang pemahaman masyarakat tentang 3R. Kesimpulan: Implementasi kebijakan penaggulangan bencana banjir di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur belum berjalan dengan baik maka dari itu pihak BPBD perlu mengadakan sosialisasi, pelatihan tanggap bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan kelurahan tanggap bencana, dan memaksimalkan tugas kelurahan tanggap bencana dalam pelaksanaan evakuasi warga yang terdampak bencana banjir lebih optimal.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15202

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06992/IPDN/2023 363.349 359 838 31 ARD i Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195295
005 20260413075018
035 # # $a 0010-0426000440
082 # # $a 363.349 359 838 31
084 # # $a 363.349 359 838 31 ARD i
100 0 # $a Ardhia Yunita Widyastuti
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /$c Ardhia Yunita Widyastuti
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 9
520 # # $a Pernasalahan/Latar Belakang (GAP): kurangnya pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir dan tanggap darurat, serta minimnya masyarakat dalam pemanfaatan kelurahan tanggap darurat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung implementasi penanggulangan bencana banjir tersebut serta upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi, dan studi dokumen. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode: analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya implementasi ini disebabkan oleh yang mendukung maupun yang menghambat. Faktor pendukung berupa Adanya organisasi baru dan tugas baru mencakup jumlah keseluruhan pegawai dan sesuai dengan tupoksi, pendapatan dan belanja anggaran yang cukup, SOP yang berjalan dengan baik, tersedianya alat pendeteksi yang memadai. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat merupakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tanggap bencana, kurangnya pemahaman masyarakat tentang rehabilitasi bangunan akibat bencana banjir, kurangnya sosialisasi dari pihak BPBD kepada masyarakat, belum maksimalnya pemahaman masyarakat dalam tugas kelurahan tanggap bencana kurangnya sarana dan prasana yang disiapkan, kurang pemahaman masyarakat tentang 3R. Kesimpulan: Implementasi kebijakan penaggulangan bencana banjir di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur belum berjalan dengan baik maka dari itu pihak BPBD perlu mengadakan sosialisasi, pelatihan tanggap bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, mengembangkan kelurahan tanggap bencana, dan memaksimalkan tugas kelurahan tanggap bencana dalam pelaksanaan evakuasi warga yang terdampak bencana banjir lebih optimal.
650 # 4 $a Penanggulangan Bencana Banjir
700 0 # $a Muchlis Hamdi
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15202
Content Unduh katalog