
| Judul | PARTISIPASI POLITIK GENERASI MILENIAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH / Jiwan Artanti |
| Pengarang | Jiwan Artanti Lilis Sholihah |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 9 :ilus |
| Subjek | Pemilihan Kepala daerah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik di Kabupaten Kudus dikatakan tinggi yaitu 84,25% melampaui target yang telah ditetapkan oleh KPU RI yaitu 77,5%. Penduduk Kabupaten Kudus berjumlah 850 ribu jiwa dengan komposisi penduduk paling banyak berasal dari generasi milenial yaitu kelahiran 1982-2002. Permasalahan yang terjadi yaitu angka partisipasi politik yang tinggi namun keterlibatan kaum milenial pada kegiatan politik (pemberian suara atau voting, diskusi politik, dan kampanye) sebagai agen perubahan terutama mahasiswa dan pelajar masih rendah. Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Kudus pada Pilkada Tahun 2018 serta upaya yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam meningkatkan kesadaran partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Kudus. Metode: penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil/temuan: berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis mengungkapkan bahwa keterlibatan milenial sebagai pelajar atau mahasiswa dalam kegiatan politik hanya pada pemberian suara atau voting sedangkan untuk kegiatan politik lainnya yakni diskusi politik (partai politik, ormas) dan kampanye masih belum dilakukan. Kesimpulan: berdasarkan analisis yang penulis lakukan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus telah melaksanakan program pendidikan politik dengan baik namun belum maksimal disebabkan kurangnya kesadaran bagi kaum pelajar dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan politik kecuali pada pesta demokrasi. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15193 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07023/IPDN/2023 | 324.959 826 61 JIW p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195327 | ||
| 005 | 20260414085107 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000472 |
| 082 | # | # | $a 324.959 826 61 |
| 084 | # | # | $a 324.959 826 61 JIW p |
| 100 | 0 | # | $a Jiwan Artanti |
| 245 | 1 | # | $a PARTISIPASI POLITIK GENERASI MILENIAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH /$c Jiwan Artanti |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 9 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik di Kabupaten Kudus dikatakan tinggi yaitu 84,25% melampaui target yang telah ditetapkan oleh KPU RI yaitu 77,5%. Penduduk Kabupaten Kudus berjumlah 850 ribu jiwa dengan komposisi penduduk paling banyak berasal dari generasi milenial yaitu kelahiran 1982-2002. Permasalahan yang terjadi yaitu angka partisipasi politik yang tinggi namun keterlibatan kaum milenial pada kegiatan politik (pemberian suara atau voting, diskusi politik, dan kampanye) sebagai agen perubahan terutama mahasiswa dan pelajar masih rendah. Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Kudus pada Pilkada Tahun 2018 serta upaya yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam meningkatkan kesadaran partisipasi politik generasi milenial di Kabupaten Kudus. Metode: penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil/temuan: berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis mengungkapkan bahwa keterlibatan milenial sebagai pelajar atau mahasiswa dalam kegiatan politik hanya pada pemberian suara atau voting sedangkan untuk kegiatan politik lainnya yakni diskusi politik (partai politik, ormas) dan kampanye masih belum dilakukan. Kesimpulan: berdasarkan analisis yang penulis lakukan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus telah melaksanakan program pendidikan politik dengan baik namun belum maksimal disebabkan kurangnya kesadaran bagi kaum pelajar dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan politik kecuali pada pesta demokrasi. |
| 650 | # | 4 | $a Pemilihan Kepala daerah |
| 700 | 0 | # | $a Lilis Sholihah |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15193 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :