
| Judul | PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENJAGA STABILITAS DAERAH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2024 DI KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU / Hutabarat, Reymond Agung |
| Pengarang | Hutabarat, Reymond Agung Gasper Liauw |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 11 :ilus |
| Subjek | Pemilihan umum |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan bagian penting dalam proses demokrasi lokal yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpinnya secara langsung. Namun, dalam konteks Kota Batam yang memiliki tingkat heterogenitas demografis yang tinggi, proses Pilkada berpotensi memunculkan gesekan sosial dan konflik horizontal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam dalam menjaga stabilitas daerah selama Pilkada, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan peran tersebut, serta mengkaji strategi yang dilakukan untuk menciptakan iklim sosial-politik yang kondusif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori peran dari Biddle dan Thomas sebagai landasan teoritik utama, serta teori stabilitas sosial-politik dan demokrasi lokal sebagai pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol memiliki peran strategis dalam membina wawasan kebangsaan, melakukan deteksi dini konflik, serta menyosialisasikan pentingnya menjaga persatuan selama Pilkada. Meski demikian, peran Kesbangpol masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran, kekurangan sumber daya manusia, koordinasi lintas lembaga yang belum optimal, serta pengaruh kuat politik identitas di Masyarakat. Kesimpulan: Pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan Kesbangpol melalui digitalisasi pemantauan konflik, peningkatan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, serta perluasan program literasi politik untuk menciptakan masyarakat yang partisipatif dan tahan terhadap provokasi politik identitas. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20272 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07506/IPDN/2025 | 324.659 814 36 HUT p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195531 | ||
| 005 | 20260417092323 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000676 |
| 082 | # | # | $a 324.659 814 36 |
| 084 | # | # | $a 324.659 814 36 HUT p |
| 100 | 0 | # | $a Hutabarat, Reymond Agung |
| 245 | 1 | # | $a PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENJAGA STABILITAS DAERAH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2024 DI KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Hutabarat, Reymond Agung |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 11 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan bagian penting dalam proses demokrasi lokal yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpinnya secara langsung. Namun, dalam konteks Kota Batam yang memiliki tingkat heterogenitas demografis yang tinggi, proses Pilkada berpotensi memunculkan gesekan sosial dan konflik horizontal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam dalam menjaga stabilitas daerah selama Pilkada, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaan peran tersebut, serta mengkaji strategi yang dilakukan untuk menciptakan iklim sosial-politik yang kondusif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori peran dari Biddle dan Thomas sebagai landasan teoritik utama, serta teori stabilitas sosial-politik dan demokrasi lokal sebagai pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol memiliki peran strategis dalam membina wawasan kebangsaan, melakukan deteksi dini konflik, serta menyosialisasikan pentingnya menjaga persatuan selama Pilkada. Meski demikian, peran Kesbangpol masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran, kekurangan sumber daya manusia, koordinasi lintas lembaga yang belum optimal, serta pengaruh kuat politik identitas di Masyarakat. Kesimpulan: Pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan Kesbangpol melalui digitalisasi pemantauan konflik, peningkatan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, serta perluasan program literasi politik untuk menciptakan masyarakat yang partisipatif dan tahan terhadap provokasi politik identitas. |
| 650 | # | 4 | $a Pemilihan umum |
| 700 | 0 | # | $a Gasper Liauw |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20272 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :