Cite This        Tampung        Export Record
Judul EFEKTIVITAS PROGRAM SILPIA DALAM PENERBITAN KARTU IDENTITAS ANAK DI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT / Sadana Dewilna
Pengarang Sadana Dewilna
Sumual, Rully
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14 :ilus
Subjek Administrasi publik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Program SILPIA (Sistem Informasi Layanan Penerbitan Identitas Anak) merupakan sebuah Program oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan untuk meningkatkan angka kepemilikan Kartu Identitas Anak. Di Kabupaten Pesisir Selatan, masih banyak anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Dari total 152.680 anak di kabupaten ini, 91.467 anak belum punya KIA. Ini berarti hanya sekitar 40% anak yang sudah memiliki KIA, padahal pemerintah menargetkan minimal 75% anak di setiap daerah harus memiliki KIA. Rendahnya jumlah anak yang memiliki KIA ini disebabkan karena banyak orang tua yang belum mengetahui manfaatnya. Padahal, KIA ini penting sebagai identitas resmi untuk anak-anak dan bisa memberikan berbagai manfaat. Sehingga Program SILPIA dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana efektivitas program SILPIA dalam penerbitan Kartu Identitas Anak di Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan Metode kualitatif deskriptif. Teori utama yang digunakan yaitu teori efektivitas oleh Duncan dalam Saputra Priyatna tahun 2022. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara kemudian dilakukan triangulasi data untuk memperoleh keselarasan. Informan yang terlibat dalam penelitian ini terbagi menjadi 5 individu dengan sumber data dari data primer dan data skunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan Kesimpulan serta pelaksanaan verifikasi data temuan. Hasil/Temuan: Temuan di lokus penelitian menunjukan bahwa program SILPIA ini memiliki peran yang efektif dalam pembentukan kartu identitas anak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pada dimensi pencapaian tujuan dari program SILPIA telah sesuai dengan yang direncanakan dan dilaksanakan secara optimal, pada dimensi integrasi ditemukan bahwa sudah dilaksanakan pelayanan sesuai prosedur dan juga sudah dilakukan sosialisasi terkait kemudahan layanan SILPIA, pada dimensi ketiga yaitu adaptasi ditemukan bahwa tingkat adaptasi pegawai pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan sudah baik, itu terbukti dengan Cara berkomunikasi petugas dengan pihak pihak terkait dalam menjelaskan maksud dan tujuan kerjasama sangat baik. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan dengan efektif meskipun belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari dimensi pertama yaitu pencapaian tujuan dimana Tingkat kepemilikan Kartu Identitas Anak saat ini telah mencapai 62%, sementara target yang diharapkan adalah 75%.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21278

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07512/IPDN/2025 352.598 131 SAD e Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195555
005 20260417094702
035 # # $a 0010-0426000700
082 # # $a 352.598 131
084 # # $a 352.598 131 SAD e
100 0 # $a Sadana Dewilna
245 1 # $a EFEKTIVITAS PROGRAM SILPIA DALAM PENERBITAN KARTU IDENTITAS ANAK DI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Sadana Dewilna
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Program SILPIA (Sistem Informasi Layanan Penerbitan Identitas Anak) merupakan sebuah Program oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan untuk meningkatkan angka kepemilikan Kartu Identitas Anak. Di Kabupaten Pesisir Selatan, masih banyak anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Dari total 152.680 anak di kabupaten ini, 91.467 anak belum punya KIA. Ini berarti hanya sekitar 40% anak yang sudah memiliki KIA, padahal pemerintah menargetkan minimal 75% anak di setiap daerah harus memiliki KIA. Rendahnya jumlah anak yang memiliki KIA ini disebabkan karena banyak orang tua yang belum mengetahui manfaatnya. Padahal, KIA ini penting sebagai identitas resmi untuk anak-anak dan bisa memberikan berbagai manfaat. Sehingga Program SILPIA dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana efektivitas program SILPIA dalam penerbitan Kartu Identitas Anak di Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan Metode kualitatif deskriptif. Teori utama yang digunakan yaitu teori efektivitas oleh Duncan dalam Saputra Priyatna tahun 2022. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara kemudian dilakukan triangulasi data untuk memperoleh keselarasan. Informan yang terlibat dalam penelitian ini terbagi menjadi 5 individu dengan sumber data dari data primer dan data skunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan Kesimpulan serta pelaksanaan verifikasi data temuan. Hasil/Temuan: Temuan di lokus penelitian menunjukan bahwa program SILPIA ini memiliki peran yang efektif dalam pembentukan kartu identitas anak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pada dimensi pencapaian tujuan dari program SILPIA telah sesuai dengan yang direncanakan dan dilaksanakan secara optimal, pada dimensi integrasi ditemukan bahwa sudah dilaksanakan pelayanan sesuai prosedur dan juga sudah dilakukan sosialisasi terkait kemudahan layanan SILPIA, pada dimensi ketiga yaitu adaptasi ditemukan bahwa tingkat adaptasi pegawai pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan sudah baik, itu terbukti dengan Cara berkomunikasi petugas dengan pihak pihak terkait dalam menjelaskan maksud dan tujuan kerjasama sangat baik. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan dengan efektif meskipun belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari dimensi pertama yaitu pencapaian tujuan dimana Tingkat kepemilikan Kartu Identitas Anak saat ini telah mencapai 62%, sementara target yang diharapkan adalah 75%.
650 # 4 $a Administrasi publik
700 0 # $a Sumual, Rully
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21278
Content Unduh katalog