
| Judul | EVALUASI PELAKSANAAN MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI PASCA GEMPA BUMI TAHUN 2022 DI KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT / Jioanda Riza Nugraha |
| Pengarang | Jioanda Riza Nugraha Agus Supriadi Harahap |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 10 |
| Subjek | gempa bumi |
| Abstrak | Latar Belakang: Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di wilayah sumatera barat. Salah satunya pada tahun 2022 gempa berkekuatan 6,1 Skala Ricther terjadi di wilayah Kabupaten Pasaman, sehingga gempa ini banyak menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Untuk mengurangi risiko bencana alam khususnya gempa bumi, BPBD Kabupaten Pasaman meluncurkan berbagai program mitigasi bencana diantaranya adalah sosialiasi, penguatan kapasitas, pelatihan simulasi bencana dan mitigasi bencana. Tujuan: Hal ini perlu dilakukan evaluasi dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi pasca gempa bumi tahun 2022 di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Metode: Teori evaluasi yang digunakan adalah evaluasi model CIPP oleh Daniel Stufflebeam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Serta langkah analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi di Kabupaten Pasaman belum efisien, karena ditemukan adanya hambatan keterbatasan anggaran serta sarana dan prasarana sehingga memerlukan waktu untuk menyeluruhkan program mitigasi bencana ke semua daerah dan lapisan masyarakat Kabupaten Pasaman. Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut ialah adanya peningkatan anggaran dan pengadaan sarana dan prasarana, serta keberlanjutan program mitigasi bencana supaya pengurangan risiko bencana khususnya bencana gempa bumi lebih optimal. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19630 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05114/IPDN/2024 | 363.349 559 813 61 JIO e | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195583 | ||
| 005 | 20260417104810 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000728 |
| 082 | # | # | $a 363.349 559 813 61 |
| 084 | # | # | $a 363.349 559 813 61 JIO e |
| 100 | 0 | # | $a Jioanda Riza Nugraha |
| 245 | 1 | # | $a EVALUASI PELAKSANAAN MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI PASCA GEMPA BUMI TAHUN 2022 DI KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Jioanda Riza Nugraha |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 10 |
| 520 | # | # | $a Latar Belakang: Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di wilayah sumatera barat. Salah satunya pada tahun 2022 gempa berkekuatan 6,1 Skala Ricther terjadi di wilayah Kabupaten Pasaman, sehingga gempa ini banyak menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Untuk mengurangi risiko bencana alam khususnya gempa bumi, BPBD Kabupaten Pasaman meluncurkan berbagai program mitigasi bencana diantaranya adalah sosialiasi, penguatan kapasitas, pelatihan simulasi bencana dan mitigasi bencana. Tujuan: Hal ini perlu dilakukan evaluasi dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi pasca gempa bumi tahun 2022 di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Metode: Teori evaluasi yang digunakan adalah evaluasi model CIPP oleh Daniel Stufflebeam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Serta langkah analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi di Kabupaten Pasaman belum efisien, karena ditemukan adanya hambatan keterbatasan anggaran serta sarana dan prasarana sehingga memerlukan waktu untuk menyeluruhkan program mitigasi bencana ke semua daerah dan lapisan masyarakat Kabupaten Pasaman. Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut ialah adanya peningkatan anggaran dan pengadaan sarana dan prasarana, serta keberlanjutan program mitigasi bencana supaya pengurangan risiko bencana khususnya bencana gempa bumi lebih optimal. |
| 650 | # | 4 | $a gempa bumi |
| 700 | 0 | # | $a Agus Supriadi Harahap |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19630 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :