Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI PROGRAM SISTEM ZONASI PENDIDIKAN DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DI KECAMATAN MEDAN SELAYANG KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA : KASUS DI SMP NEGERI 1 MEDAN DAN SMP NEGERI 30 MEDAN / Sihombing, Daniel
Pengarang Sihombing, Daniel
Baharuddin Thahir
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 7
Subjek Administrasi Pendidikan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi merupakan kebijakan yang mengutamakan jarak rumah calon peserta didik dengan sekolah, bukan nilai ujian sekolah. Masih ditemukan adanya problematika terkait dengan kebijakan ini, sehingga penulis perlu melakukan penelitian terkait dengan kebijakan ini. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan sistem zonasi PPDB jenjang SMP Negeri di Kecamatan Medan Selayangt Kota Medan tahun ajaran 2022/2023, faktor penghambat dan faktor pendukung, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Metode : Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang,dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil/Temuan : temuan yang diperoleh penulis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan sistem zonasi ini sudah baik,namun belum optimal. Faktor penghambat kebijakan ini antara lain adalah keterlambatan pengesahan juknis, tingkat akurasi aplikasi pengukur jarak, adanya gesekan kepentingan, belum adanya aturan hukum yang mengikat, masyarakat belum mengerti dengan sistem daring yang digunakan. Faktor pendukung kebijakan ini adalah adanya dana yang tersedia, koordinasi yang baik secara vertical maupun horizontal dan pemahaman aparatur pelaksana yang baik terkait dengan kebijakan sistem zonasi. Kesimpulan : Upaya yang dilakukan melakukan monitoring evaluasi terhadap juknis dan rumah calon siswa, memberikan kursi tambahan bagi siswa berprestasi, memberikan sanksi tegas, memberikan edukasi dan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat setempat.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15162

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07225/IPDN/2023 371.259 812 11 SIH i Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195600
005 20260417114635
035 # # $a 0010-0426000745
082 # # $a 371.259 812 11
084 # # $a 371.259 812 11 SIH i
100 0 # $a Sihombing, Daniel
245 1 # $a IMPLEMENTASI PROGRAM SISTEM ZONASI PENDIDIKAN DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DI KECAMATAN MEDAN SELAYANG KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA : $b KASUS DI SMP NEGERI 1 MEDAN DAN SMP NEGERI 30 MEDAN /$c Sihombing, Daniel
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 7
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi merupakan kebijakan yang mengutamakan jarak rumah calon peserta didik dengan sekolah, bukan nilai ujian sekolah. Masih ditemukan adanya problematika terkait dengan kebijakan ini, sehingga penulis perlu melakukan penelitian terkait dengan kebijakan ini. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan sistem zonasi PPDB jenjang SMP Negeri di Kecamatan Medan Selayangt Kota Medan tahun ajaran 2022/2023, faktor penghambat dan faktor pendukung, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Metode : Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang,dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil/Temuan : temuan yang diperoleh penulis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan sistem zonasi ini sudah baik,namun belum optimal. Faktor penghambat kebijakan ini antara lain adalah keterlambatan pengesahan juknis, tingkat akurasi aplikasi pengukur jarak, adanya gesekan kepentingan, belum adanya aturan hukum yang mengikat, masyarakat belum mengerti dengan sistem daring yang digunakan. Faktor pendukung kebijakan ini adalah adanya dana yang tersedia, koordinasi yang baik secara vertical maupun horizontal dan pemahaman aparatur pelaksana yang baik terkait dengan kebijakan sistem zonasi. Kesimpulan : Upaya yang dilakukan melakukan monitoring evaluasi terhadap juknis dan rumah calon siswa, memberikan kursi tambahan bagi siswa berprestasi, memberikan sanksi tegas, memberikan edukasi dan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat setempat.
650 # 4 $a Administrasi Pendidikan
700 0 # $a Baharuddin Thahir
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15162
Content Unduh katalog