Cite This        Tampung        Export Record
Judul KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN / Bagus Nugraha Suseno
Pengarang Bagus Nugraha Suseno
Riswati
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 18 :ilus
Subjek Keuangan daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemandirian daerah di Kota Tangerang dan tingginya tingkat ketergantungan pemerintah daerah terhadap subsidi dari pemerintah pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan daerah dalam mendukung kinerja pemerintah di Kota Tangerang Provinsi Banten Tahun 2020 - 2023. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Badan Pengelola Keuangan Daerah. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk metode pengumpulan data. Menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis yang digunakan menggunakan teori Mahmudi melalui perhitungan rasio keuangan: (1) Rasio Kemandirian. (2) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. (3) Rasio Keserasian. (4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, (5) Rasio Efektivitas Keuangan Daerah. Hasil/Temuan: Hasil dari analisis penelitian ini menunjukan bahwa Kemandirian Keuangan Daerah Pemerintah Kota Tangerang jika dilihat dari (1) Rasio Kemandirian, bahwa kinerja keuangan daerah dikategorikan Tinggi dengan persentase diangka 75%-100% dengan pola hubungan delegatif. (2) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal Keuangan Daerah, bahwa Kota Tangerang memiliki kemampuan keuangan daerah yang Baik dengan persentase diangka 40,01%- 50,00%. (3) Rasio Keserasian, bahwa belanja operasi Kota Tangerang masuk kedalam kritera Sangat Serasi dengan rasio keserasian belanja berada diangka 81%-100%. Sedangkan belanja modal Kota Tangerang masuk kedalam kritera Tidak Serasi dengan rasio keserasian belanja berada diangka 0%- 20%. (4) Rasio Efesiensi Keuangan Daerah, bahwa efisiensi keuangan daerah Kota Tangerang masih berada dalam kategori Tidak Efisien dengan rasio efisiensi berada diangka >40%. (5) Rasio Efektivitas, bahwa kinerja keuangan daerah Kota Tangerang Sangat Efektif yaitu dengan kriteria >100%. Kesimpulan: Kemandirian daerah Kota Tangerang dilihat dari rasio keuangan secara keselurahan sudah dikatakan mandiri, hanya saja terdapat beberapa kinerja keuangan yang perlu dioptimalkan. Peneliti menyarankan Pemerintah Kota Tangerang untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dengan meningkatkan kepatuhan pajak melalui sistem digital yang transparan, mengembangkan sektor ekonomi baru, serta menyeimbangkan alokasi anggaran agar lebih banyak dana dialokasikan untuk investasi jangka panjang yang mendorong produktivitas daerah.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21406

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07519/IPDN/2025 336.013 598 598 232 2 BAG k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195611
005 20260417115821
035 # # $a 0010-0426000756
082 # # $a 336.013 598 598 232 2
084 # # $a 336.013 598 598 232 2 BAG k
100 0 # $a Bagus Nugraha Suseno
245 1 # $a KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN /$c Bagus Nugraha Suseno
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 18 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemandirian daerah di Kota Tangerang dan tingginya tingkat ketergantungan pemerintah daerah terhadap subsidi dari pemerintah pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian keuangan daerah dalam mendukung kinerja pemerintah di Kota Tangerang Provinsi Banten Tahun 2020 - 2023. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Badan Pengelola Keuangan Daerah. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk metode pengumpulan data. Menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis yang digunakan menggunakan teori Mahmudi melalui perhitungan rasio keuangan: (1) Rasio Kemandirian. (2) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. (3) Rasio Keserasian. (4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, (5) Rasio Efektivitas Keuangan Daerah. Hasil/Temuan: Hasil dari analisis penelitian ini menunjukan bahwa Kemandirian Keuangan Daerah Pemerintah Kota Tangerang jika dilihat dari (1) Rasio Kemandirian, bahwa kinerja keuangan daerah dikategorikan Tinggi dengan persentase diangka 75%-100% dengan pola hubungan delegatif. (2) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal Keuangan Daerah, bahwa Kota Tangerang memiliki kemampuan keuangan daerah yang Baik dengan persentase diangka 40,01%- 50,00%. (3) Rasio Keserasian, bahwa belanja operasi Kota Tangerang masuk kedalam kritera Sangat Serasi dengan rasio keserasian belanja berada diangka 81%-100%. Sedangkan belanja modal Kota Tangerang masuk kedalam kritera Tidak Serasi dengan rasio keserasian belanja berada diangka 0%- 20%. (4) Rasio Efesiensi Keuangan Daerah, bahwa efisiensi keuangan daerah Kota Tangerang masih berada dalam kategori Tidak Efisien dengan rasio efisiensi berada diangka >40%. (5) Rasio Efektivitas, bahwa kinerja keuangan daerah Kota Tangerang Sangat Efektif yaitu dengan kriteria >100%. Kesimpulan: Kemandirian daerah Kota Tangerang dilihat dari rasio keuangan secara keselurahan sudah dikatakan mandiri, hanya saja terdapat beberapa kinerja keuangan yang perlu dioptimalkan. Peneliti menyarankan Pemerintah Kota Tangerang untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dengan meningkatkan kepatuhan pajak melalui sistem digital yang transparan, mengembangkan sektor ekonomi baru, serta menyeimbangkan alokasi anggaran agar lebih banyak dana dialokasikan untuk investasi jangka panjang yang mendorong produktivitas daerah.
650 # 4 $a Keuangan daerah
700 0 # $a Riswati
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21406
Content Unduh katalog