Cite This        Tampung        Export Record
Judul RESPONSIVITAS PENGELOLA LAYANAN PENGADUAN SP4N-LAPOR! TERHADAP PENGADUAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Farros Labib
Pengarang Farros Labib
Dedi Kusmana
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 8
Subjek Pelayanan publik khusus
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perkembangan pelayanan publik di era digitalisasi saat ini menuntut tidak hanya berfokus pada standar pelayanan, tetapi juga mengedepankan responsivitas pelayanan dalam memenuhi harapan, keinginan, serta aspirasi masyarakat.Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik maka pemerintah membuat pelayanan pengaduan berbasis teknologi yakni SP4N-LAPOR!.Layanan SP4N-LAPOR! Sejatinya dibentuk dengan tujuan yakni untuk mewujudkan layanan pengaduan yang dapat digunakan masyarakat secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, dan terkoordinasi dengan baik.dengan adanya layanan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif masyarakat dalam memberikan keluhan/aspirasi/aduan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana responsivitas pelayanan pengaduan pada layanan pengaduan SP4N-LAPOR! di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mengakomodir seluruh aduan masyarakat. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi.Data yang diperoleh kemudian dianalisis, direduksi, disajikan dan dilakukan verifikasi sesuai dengan penelitian. Hasil/Temuan: Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan pada Responsivitas Pelayanan Pengaduan SP4N-LAPOR! terhadap Pengaduan Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat baik secara internal maupun eksternal yakni Kualitas admin SP4N-LAPOR! terutama admin masih jauh dari kata maksimal. Kemudian dalam pelaksanaannya Koordinasi dan pemahaman antar instansi/PD belum sepenuhnya terjalin dengan baik serta budaya dan etos kerja di masing-masing instansi/PD yang masih minim dan belum terjalin dengan apa yang diharapkan. Selain itu,kondisi dan budaya masyarakat yang tetap mempertahankan budaya lama ketika melapor juga menjadi hambatan sehingga mereka belum mengetahui dan mengenal layanan pengaduan SP4NLAPOR!. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responsivitas pelayanan pengaduan pada layanan pengaduan SP4N-LAPOR! di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah yang ditinjau dari 6 (enam) dimensi yakni responsif, kecepatan, ketepatan, kecermatan, tepat waktu, dan aspiratif sudah cukup baik.Berdasarkan analisis peneliti bahwa 2 (dua) dimensi yakni responsif dan aspiratif perlu perbaikan dan pengembangan dikarenakan adanya hambatan yang terjadi seperti kualitas admin SP4N-LAPOR yang masih minim, koordinasi Koordinasi dan pemahaman antar instansi/PD belum sepenuhnya terjalin dengan baik serta budaya dan etos kerja di masingmasing instansi/PD yang masih kurang baik serta budaya masyarakat yang tetap mempertahankan budaya lama
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13236

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07259/IPDN/2023 353.959 834 FAR r Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195679
005 20260417013757
035 # # $a 0010-0426000824
082 # # $a 353.959 834
084 # # $a 353.959 834 FAR r
100 0 # $a Farros Labib
245 1 # $a RESPONSIVITAS PENGELOLA LAYANAN PENGADUAN SP4N-LAPOR! TERHADAP PENGADUAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Farros Labib
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 8
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perkembangan pelayanan publik di era digitalisasi saat ini menuntut tidak hanya berfokus pada standar pelayanan, tetapi juga mengedepankan responsivitas pelayanan dalam memenuhi harapan, keinginan, serta aspirasi masyarakat.Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik maka pemerintah membuat pelayanan pengaduan berbasis teknologi yakni SP4N-LAPOR!.Layanan SP4N-LAPOR! Sejatinya dibentuk dengan tujuan yakni untuk mewujudkan layanan pengaduan yang dapat digunakan masyarakat secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, dan terkoordinasi dengan baik.dengan adanya layanan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif masyarakat dalam memberikan keluhan/aspirasi/aduan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana responsivitas pelayanan pengaduan pada layanan pengaduan SP4N-LAPOR! di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mengakomodir seluruh aduan masyarakat. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi.Data yang diperoleh kemudian dianalisis, direduksi, disajikan dan dilakukan verifikasi sesuai dengan penelitian. Hasil/Temuan: Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan pada Responsivitas Pelayanan Pengaduan SP4N-LAPOR! terhadap Pengaduan Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat baik secara internal maupun eksternal yakni Kualitas admin SP4N-LAPOR! terutama admin masih jauh dari kata maksimal. Kemudian dalam pelaksanaannya Koordinasi dan pemahaman antar instansi/PD belum sepenuhnya terjalin dengan baik serta budaya dan etos kerja di masing-masing instansi/PD yang masih minim dan belum terjalin dengan apa yang diharapkan. Selain itu,kondisi dan budaya masyarakat yang tetap mempertahankan budaya lama ketika melapor juga menjadi hambatan sehingga mereka belum mengetahui dan mengenal layanan pengaduan SP4NLAPOR!. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responsivitas pelayanan pengaduan pada layanan pengaduan SP4N-LAPOR! di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah yang ditinjau dari 6 (enam) dimensi yakni responsif, kecepatan, ketepatan, kecermatan, tepat waktu, dan aspiratif sudah cukup baik.Berdasarkan analisis peneliti bahwa 2 (dua) dimensi yakni responsif dan aspiratif perlu perbaikan dan pengembangan dikarenakan adanya hambatan yang terjadi seperti kualitas admin SP4N-LAPOR yang masih minim, koordinasi Koordinasi dan pemahaman antar instansi/PD belum sepenuhnya terjalin dengan baik serta budaya dan etos kerja di masingmasing instansi/PD yang masih kurang baik serta budaya masyarakat yang tetap mempertahankan budaya lama
650 # 4 $a Pelayanan publik khusus
700 0 # $a Dedi Kusmana
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13236
Content Unduh katalog