
| Judul | PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BERBASIS APLIKASI SISKEUDES DALAM PERSPEKTIF Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Pemerintah Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah) : Studi Pemerintah Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah / Hulwan |
| Pengarang | Hulwan |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | keuangan desa |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan rendahnya pemahaman aparat desa terhadap siskeudes dan faktor kemampuan mengadopsi teknologi di setiap desa yang masih belum merata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan desa berbasis aplikasi siskeudes dalam perspektif Technology Acceptance Model (TAM) di Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Teori Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang telah terkumpul dianalisis sesuai model analisis Miles dan Huberman, yang mencakup teknik reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penggunaan aplikasi Siskeudes di Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya dinilai efektif dalam mempermudah pengelolaan keuangan desa. Aplikasi ini cukup mudah dipelajari dan digunakan, terutama setelah pelatihan. Minat dan sikap pengguna juga tinggi, ditunjukkan oleh adopsi yang konsisten dan sikap proaktif dibandingkan sistem manual sebelumnya. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti kualitas SDM yang belum optimal, pelatihan yang belum merata, keterbatasan akses internet, dan ketidaksesuaian menu kegiatan. Pemerintah daerah mengatasi hal ini dengan meningkatkan sosialisasi dan pelatihan, menyediakan sarana prasarana, serta memperbarui versi aplikasi. Kesimpulan: Secara umum, keberadaan Siskeudes di kedua desa menunjukkan bahwa digitalisasi tata kelola keuangan desa sangat mungkin dilakukan dan memberikan manfaat nyata, selama didukung dengan strategi pendampingan bagi desa dan infrastruktur yang memadai. Kata kunci: Siskeudes, Pengelolaan Keuangan Desa, teori TAM |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00026/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191809 | ||
| 005 | 20260113112411 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000254 |
| 082 | # | # | $a 336.013 598 1132 |
| 084 | # | # | $a 336.013 598 1132 HUL p |
| 100 | 0 | # | $a Hulwan |
| 245 | 1 | # | $a PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BERBASIS APLIKASI SISKEUDES DALAM PERSPEKTIF Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Pemerintah Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah) : $b Studi Pemerintah Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah /$c Hulwan |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan rendahnya pemahaman aparat desa terhadap siskeudes dan faktor kemampuan mengadopsi teknologi di setiap desa yang masih belum merata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan desa berbasis aplikasi siskeudes dalam perspektif Technology Acceptance Model (TAM) di Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Teori Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang telah terkumpul dianalisis sesuai model analisis Miles dan Huberman, yang mencakup teknik reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penggunaan aplikasi Siskeudes di Desa Bale Redelong dan Desa Pilar Jaya dinilai efektif dalam mempermudah pengelolaan keuangan desa. Aplikasi ini cukup mudah dipelajari dan digunakan, terutama setelah pelatihan. Minat dan sikap pengguna juga tinggi, ditunjukkan oleh adopsi yang konsisten dan sikap proaktif dibandingkan sistem manual sebelumnya. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti kualitas SDM yang belum optimal, pelatihan yang belum merata, keterbatasan akses internet, dan ketidaksesuaian menu kegiatan. Pemerintah daerah mengatasi hal ini dengan meningkatkan sosialisasi dan pelatihan, menyediakan sarana prasarana, serta memperbarui versi aplikasi. Kesimpulan: Secara umum, keberadaan Siskeudes di kedua desa menunjukkan bahwa digitalisasi tata kelola keuangan desa sangat mungkin dilakukan dan memberikan manfaat nyata, selama didukung dengan strategi pendampingan bagi desa dan infrastruktur yang memadai. Kata kunci: Siskeudes, Pengelolaan Keuangan Desa, teori TAM |
| 650 | # | 4 | $a keuangan desa |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :