
| Judul | KAPASITAS ORGANISASI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN DI KOTA TANGERANG / Muhamad Bilal |
| Pengarang | Muhamad Bilal Petrus Polyando |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 :Ilus |
| Subjek | Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tangerang memiliki tingkat kejadian kebakaran yang tinggi akibat kepadatan penduduk, aktivitas industri, serta faktor teknis dan manusiawi. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekskripsikan kapasitas organisasi BPBD dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis kapasitas organisasi BPBD berdasarkan teori kapasitas organisasi Douglas Norton (2003), yang mencakup dua dimensi utama, yaitu sumber daya (pegawai, sarana dan prasarana, anggaran, dan teknologi) serta manajemen (strategi kepemimpinan, program, dan relasi dengan berbagai pihak). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas organisasi BPBD dalam penanggulangan kebakaran masih memiliki berbagai kendala. Dari segi sumber daya, jumlah personel yang tersedia belum mencukupi, serta masih terdapat keterbatasan dalam aspek pendidikan dan pelatihan teknis bagi anggota. Selain itu, sarana dan prasarana yang dimiliki juga masih terbatas, baik dari segi jumlah maupun kualitas, yang berdampak pada efektivitas penanganan kebakaran. Sistem pelaporan kebakaran yang mengandalkan call center 112 dan aplikasi Tangerang Live cukup efektif, tetapi masih memiliki kendala dalam kecepatan respons akibat faktor lokasi dan kualitas laporan yang diterima. Dalam aspek manajemen, BPBD Kota Tangerang telah menerapkan kepemimpinan yang baik dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas operasional. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kapasitas organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam penanggulangan kebakaran di Kota Tangerang, jika dilihat dari dimensi sumber daya masih belum memadai. Kata kunci: BPBD, Kapasitas, Penanggulangan Kebakaran. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21943 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00058/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191928 | ||
| 005 | 20260117071640 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000373 |
| 082 | # | # | $a 363.375.982.322 |
| 084 | # | # | $a 363.375.982.322 MUH k |
| 100 | 0 | # | $a Muhamad Bilal |
| 245 | 1 | # | $a KAPASITAS ORGANISASI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN DI KOTA TANGERANG /$c Muhamad Bilal |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tangerang memiliki tingkat kejadian kebakaran yang tinggi akibat kepadatan penduduk, aktivitas industri, serta faktor teknis dan manusiawi. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekskripsikan kapasitas organisasi BPBD dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis kapasitas organisasi BPBD berdasarkan teori kapasitas organisasi Douglas Norton (2003), yang mencakup dua dimensi utama, yaitu sumber daya (pegawai, sarana dan prasarana, anggaran, dan teknologi) serta manajemen (strategi kepemimpinan, program, dan relasi dengan berbagai pihak). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas organisasi BPBD dalam penanggulangan kebakaran masih memiliki berbagai kendala. Dari segi sumber daya, jumlah personel yang tersedia belum mencukupi, serta masih terdapat keterbatasan dalam aspek pendidikan dan pelatihan teknis bagi anggota. Selain itu, sarana dan prasarana yang dimiliki juga masih terbatas, baik dari segi jumlah maupun kualitas, yang berdampak pada efektivitas penanganan kebakaran. Sistem pelaporan kebakaran yang mengandalkan call center 112 dan aplikasi Tangerang Live cukup efektif, tetapi masih memiliki kendala dalam kecepatan respons akibat faktor lokasi dan kualitas laporan yang diterima. Dalam aspek manajemen, BPBD Kota Tangerang telah menerapkan kepemimpinan yang baik dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas operasional. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kapasitas organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam penanggulangan kebakaran di Kota Tangerang, jika dilihat dari dimensi sumber daya masih belum memadai. Kata kunci: BPBD, Kapasitas, Penanggulangan Kebakaran. |
| 650 | # | 4 | $a Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran |
| 700 | 0 | # | $a Petrus Polyando |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21943 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :