
| Judul | ANALISIS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BURU SELATAN MENGGUNAKAN SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) / Intan Junita Sari Kau |
| Pengarang | Intan Junita Sari Kau Titis Sari Putri |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 :Ilus |
| Subjek | Pelayanan Administrasi Kependudukan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat pemanfaatan layanan publik digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buru Selatan. Meskipun pemerintah telah menyediakan layanan berbasis digital untuk mempermudah masyarakat, faktanya adopsi digital masih berjalan lambat. Tujuan: Mengidentifikasi penyebab permasalahan akar penyebab yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan layanan publik digital tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM) oleh Checkland yang terdiri dari tahap mengkaji masalah yang tidak terstruktur (Situation considered Problematic), mengekspresikan situasi masalah (Problem Situation Expressed). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Terdapat lima faktor utama yang menjadi penyebab utama yakni keterbatasan jaringan internet, kurangnya sosialisasi, rendahnya literasi digital masyarakat, kuatnya kebiasaan tradisional, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Pada wilayah-wilayah terpencil seperti Fena Fafan, Kapala Madan, dan Leksula, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi membuat akses terhadap layanan digital tidak optimal. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai penggunaan layanan digital membuat masyarakat tidak mengetahui keberadaan dan manfaat layanan tersebut. Literasi digital yang masih rendah, terutama di kalangan lanjut usia dan masyarakat dengan pendidikan terbatas, turut memperbesar rasa ragu dalam menggunakan layanan daring. Di sisi lain, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan metode konvensional menjadi tantangan tersendiri dalam membiasakan pemanfaatan teknologi. Terakhir, rendahnya kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan membuat layanan digital hanya dimanfaatkan saat keadaan mendesak. Kesimpulan: Layanan administrasi kependudukan digital belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah Kabupaten Buru Selatan karena internet yang terbatas, kurangnya informasi kepada warga, kemampuan digital yang rendah, kebiasaan memakai cara lama, dan belum sadarnya masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan. Kata kunci: Layanan Publik Digital, Identifikasi Permasalahan, Akar Penyebab, Soft Systems Methodology (SSM), dukcapilburselkab.co.id |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23729 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00071/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191941 | ||
| 005 | 20260118121543 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000386 |
| 082 | # | # | $a 352.635.985.212 |
| 084 | # | # | $a 352.635.985.212 INT a |
| 100 | 0 | # | $a Intan Junita Sari Kau |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BURU SELATAN MENGGUNAKAN SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) /$c Intan Junita Sari Kau |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat pemanfaatan layanan publik digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buru Selatan. Meskipun pemerintah telah menyediakan layanan berbasis digital untuk mempermudah masyarakat, faktanya adopsi digital masih berjalan lambat. Tujuan: Mengidentifikasi penyebab permasalahan akar penyebab yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan layanan publik digital tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM) oleh Checkland yang terdiri dari tahap mengkaji masalah yang tidak terstruktur (Situation considered Problematic), mengekspresikan situasi masalah (Problem Situation Expressed). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Terdapat lima faktor utama yang menjadi penyebab utama yakni keterbatasan jaringan internet, kurangnya sosialisasi, rendahnya literasi digital masyarakat, kuatnya kebiasaan tradisional, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Pada wilayah-wilayah terpencil seperti Fena Fafan, Kapala Madan, dan Leksula, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi membuat akses terhadap layanan digital tidak optimal. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai penggunaan layanan digital membuat masyarakat tidak mengetahui keberadaan dan manfaat layanan tersebut. Literasi digital yang masih rendah, terutama di kalangan lanjut usia dan masyarakat dengan pendidikan terbatas, turut memperbesar rasa ragu dalam menggunakan layanan daring. Di sisi lain, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan metode konvensional menjadi tantangan tersendiri dalam membiasakan pemanfaatan teknologi. Terakhir, rendahnya kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan membuat layanan digital hanya dimanfaatkan saat keadaan mendesak. Kesimpulan: Layanan administrasi kependudukan digital belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah Kabupaten Buru Selatan karena internet yang terbatas, kurangnya informasi kepada warga, kemampuan digital yang rendah, kebiasaan memakai cara lama, dan belum sadarnya masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan. Kata kunci: Layanan Publik Digital, Identifikasi Permasalahan, Akar Penyebab, Soft Systems Methodology (SSM), dukcapilburselkab.co.id |
| 650 | # | 4 | $a Pelayanan Administrasi Kependudukan |
| 700 | 0 | # | $a Titis Sari Putri |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23729 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :