
| Judul | KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Anak Agung Gede Agung Dharma Kusuma |
| Pengarang | Anak Agung Gede Agung Dharma Kusuma Petrus Polyando |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 :Ilus |
| Subjek | Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah dengan potensi banjir tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masalah utama yang mengakibatkan kerugian baik finansial dan material terjadi karena kombinasi faktor geografis, intensitas curah hujan ekstrem, kerusakan lingkungan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang dalam menghadapi bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Alasan pemilihan pendekatan ini didasarkan pada kondisi lokus yang mungkin saja berbeda, dimana pendekatan ini menawarkan fleksibilitas dalam penelitian sehingga dirasa lebih cocok dipakai dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah Teori indikator kesiapsiagaan menurut Hidayati tahun 2006. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 6 informan. Analisis data dilaksanakan melalui pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil penelitian terkait dengan kesiapsiagaan BPBD dalam penanganan banjir di Kabupaten Kupang dianalisis melalui beberapa dimensi, pada dimensi pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana belum menunjukkan kesiapan baik dari pemerintah maupun Masyarakat secara maksimal, pada dimensi kebijakan dan pedoman sudah diresmikan kebijakan sebagai landasan hukum dalam penanganan bencana, pada dimensi rencana tanggap darurat menunjukkan belum adanya rencana yang dibuat sebagai salah satu cara mitigasi bencana khusunya banjir, pada dimensi sistem peringatan dini sudah terdapat sistem peringatan dini tetapi belum bekerja dengan efektif dalam memprediksi terjadinya bencana, pada dimensi kemampuan memobilisasi sumber daya sudah dilakukan dengan cukup baik terkait mobilisasi sumber daya serta distribusi sumber daya kepada korban bencana Kesimpulan: Secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kupang dalam menghadapi bencana banjir masih belum optimal. Kata Kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, BPBD |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24154 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00085/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191955 | ||
| 005 | 20260118013016 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000400 |
| 082 | # | # | $a 363.349.359.868.63 |
| 084 | # | # | $a 363.349.359.868.63 ANA k |
| 100 | 0 | # | $a Anak Agung Gede Agung Dharma Kusuma |
| 245 | 1 | # | $a KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Anak Agung Gede Agung Dharma Kusuma |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah dengan potensi banjir tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masalah utama yang mengakibatkan kerugian baik finansial dan material terjadi karena kombinasi faktor geografis, intensitas curah hujan ekstrem, kerusakan lingkungan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang dalam menghadapi bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Alasan pemilihan pendekatan ini didasarkan pada kondisi lokus yang mungkin saja berbeda, dimana pendekatan ini menawarkan fleksibilitas dalam penelitian sehingga dirasa lebih cocok dipakai dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah Teori indikator kesiapsiagaan menurut Hidayati tahun 2006. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 6 informan. Analisis data dilaksanakan melalui pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil penelitian terkait dengan kesiapsiagaan BPBD dalam penanganan banjir di Kabupaten Kupang dianalisis melalui beberapa dimensi, pada dimensi pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana belum menunjukkan kesiapan baik dari pemerintah maupun Masyarakat secara maksimal, pada dimensi kebijakan dan pedoman sudah diresmikan kebijakan sebagai landasan hukum dalam penanganan bencana, pada dimensi rencana tanggap darurat menunjukkan belum adanya rencana yang dibuat sebagai salah satu cara mitigasi bencana khusunya banjir, pada dimensi sistem peringatan dini sudah terdapat sistem peringatan dini tetapi belum bekerja dengan efektif dalam memprediksi terjadinya bencana, pada dimensi kemampuan memobilisasi sumber daya sudah dilakukan dengan cukup baik terkait mobilisasi sumber daya serta distribusi sumber daya kepada korban bencana Kesimpulan: Secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kupang dalam menghadapi bencana banjir masih belum optimal. Kata Kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, BPBD |
| 650 | # | 4 | $a Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana |
| 700 | 0 | # | $a Petrus Polyando |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24154 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :