
| Judul | PELAKSANAAN POLITICAL WILL PEMERINTAH DAERAH DALAM PENURUNAN STUNTING DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Fadhil Dimas Hernady |
| Pengarang | Fadhil Dimas Hernady Andi Azikin |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 :Ilus |
| Subjek | penurunan stunting |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan isu strategis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan menuntut adanya political will yang kuat dari pemerintah. Meskipun Kota Banjarbaru telah menunjukkan penurunan yang signifikan pada prevalensi 2 stunting. Namun meskipun demikian permasalahan stunting belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini menuntut upaya berkelanjutan untuk mencapai target zero stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan political will Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka stunting di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih karena model kualitatif memberikan keleluasaan penuh bagi peneliti untuk mengubah arah penelitian ditengah kegiatan demi tercapainya tujuan utama penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalahTeori Political will oleh (Brinkerhoff, 2010), Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak10 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: hasil penelitian terkait peran political will dalam menyelesaikan kasus stunting di Kota Banjarbaru dianalisis melalui beberapa dimensi dengan hasil, pada dimensi inisiatif pemerintah diketahui Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan inisiatif yang kuat melalui peluncuran program BASINGSING, pada dimensi prioritas menunjukan bahwa Isu stunting dijadikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, dimensi mobilisasi para pihak menghasilkan Pemerintah berhasil membangun kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, dimensi Komitmen Publik dan Alokasi Sumber Daya menunjukan Terdapat pengalokasian anggaran yang memadai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dana insentif fiskal APBN dan dukungan CSR dari mitra swasta seperti PT PLN Kalselteng, dimensi penegakan hukum Perwali Nomor 1 Tahun 2023 tentang Percepatan Penurunan Stunting menjadi dasar hukum yang memberikan legitimasi, pada dimensi kontinuitas usaha menunjukan Upaya penurunan stunting dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, pada dimensi Adaptasi dan Belajar dengan hasil Pemerintah Kota Banjarbaru aktif melakukan evaluasi program melalui sistem pelaporan rutin. Kesimpulan: Secara umum hasil penelitian terkait Political will Pemerintah Kota Banjarbaru khususnya pada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru yang dikaji peneliti menggunakan teori Brinkerhoff tahun 2010 sudah berjalan dengan baik dengan beberapa perbaikan. KataKunci:Political Will, Keberhasilan, Stunting, Pemerintah Daerah. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23537 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06680/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192031 | ||
| 005 | 20260120090400 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000476 |
| 082 | # | # | $a 363.859 836 13 |
| 084 | # | # | $a 363.859 836 13 FAD p |
| 100 | 0 | # | $a Fadhil Dimas Hernady |
| 245 | 1 | # | $a PELAKSANAAN POLITICAL WILL PEMERINTAH DAERAH DALAM PENURUNAN STUNTING DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Fadhil Dimas Hernady |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan isu strategis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan menuntut adanya political will yang kuat dari pemerintah. Meskipun Kota Banjarbaru telah menunjukkan penurunan yang signifikan pada prevalensi 2 stunting. Namun meskipun demikian permasalahan stunting belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini menuntut upaya berkelanjutan untuk mencapai target zero stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan political will Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka stunting di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih karena model kualitatif memberikan keleluasaan penuh bagi peneliti untuk mengubah arah penelitian ditengah kegiatan demi tercapainya tujuan utama penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalahTeori Political will oleh (Brinkerhoff, 2010), Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak10 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: hasil penelitian terkait peran political will dalam menyelesaikan kasus stunting di Kota Banjarbaru dianalisis melalui beberapa dimensi dengan hasil, pada dimensi inisiatif pemerintah diketahui Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan inisiatif yang kuat melalui peluncuran program BASINGSING, pada dimensi prioritas menunjukan bahwa Isu stunting dijadikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, dimensi mobilisasi para pihak menghasilkan Pemerintah berhasil membangun kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, dimensi Komitmen Publik dan Alokasi Sumber Daya menunjukan Terdapat pengalokasian anggaran yang memadai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dana insentif fiskal APBN dan dukungan CSR dari mitra swasta seperti PT PLN Kalselteng, dimensi penegakan hukum Perwali Nomor 1 Tahun 2023 tentang Percepatan Penurunan Stunting menjadi dasar hukum yang memberikan legitimasi, pada dimensi kontinuitas usaha menunjukan Upaya penurunan stunting dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, pada dimensi Adaptasi dan Belajar dengan hasil Pemerintah Kota Banjarbaru aktif melakukan evaluasi program melalui sistem pelaporan rutin. Kesimpulan: Secara umum hasil penelitian terkait Political will Pemerintah Kota Banjarbaru khususnya pada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru yang dikaji peneliti menggunakan teori Brinkerhoff tahun 2010 sudah berjalan dengan baik dengan beberapa perbaikan. KataKunci:Political Will, Keberhasilan, Stunting, Pemerintah Daerah. |
| 650 | # | 4 | $a penurunan stunting |
| 700 | 0 | # | $a Andi Azikin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23537 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :