
| Judul | PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Jenny Kharisa |
| Pengarang | Jenny Kharisa Dr. Herson Simbolon, S.H., M.Si |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | Kesehatan masyarakat |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Kalimantan Tengah, meskipun telah terjadi fluktuasi penurunan dan peningkatan angka stunting dari tahun ke tahun. Permasalahan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan sebagai pelaksana kebijakan di bidang kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan dalam penurunan stunting, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Jim Ife dan Frank Tesoriero, yang mencakup peran fasilitatif, edukatif, representasional, dan teknis sebagai kerangka analisis dalam memahami pelaksanaan fungsi Dinas Kesehatan. Hasil/Temuan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah menjalankan berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, dan pelaksanaan program Rembuk Stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi nasional. Namun, efektivitas upaya tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta hambatan geografis. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan memiliki peran yang signifikan dalam upaya penurunan stunting, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, dan pemerataan akses layanan kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal. Kata kunci: Peran, Dinas Kesehatan, Stunting, Gizi, Kabupaten Kotawaringin Timur |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00114/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192067 | ||
| 005 | 20260120095629 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000512 |
| 082 | # | # | $a 362.125 983 4 |
| 084 | # | # | $a 362.125 983 4 JEN p |
| 100 | 0 | # | $a Jenny Kharisa |
| 245 | 1 | # | $a PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Jenny Kharisa |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Kalimantan Tengah, meskipun telah terjadi fluktuasi penurunan dan peningkatan angka stunting dari tahun ke tahun. Permasalahan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan sebagai pelaksana kebijakan di bidang kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan dalam penurunan stunting, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Jim Ife dan Frank Tesoriero, yang mencakup peran fasilitatif, edukatif, representasional, dan teknis sebagai kerangka analisis dalam memahami pelaksanaan fungsi Dinas Kesehatan. Hasil/Temuan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah menjalankan berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, dan pelaksanaan program Rembuk Stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi nasional. Namun, efektivitas upaya tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta hambatan geografis. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan memiliki peran yang signifikan dalam upaya penurunan stunting, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, dan pemerataan akses layanan kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal. Kata kunci: Peran, Dinas Kesehatan, Stunting, Gizi, Kabupaten Kotawaringin Timur |
| 650 | # | 4 | $a Kesehatan masyarakat |
| 700 | 0 | # | $a Dr. Herson Simbolon, S.H., M.Si |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :