
| Judul | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM GERAKAN MENANAM SERENTAK (GERMAS) DI KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH / M. Reksy Noverdi |
| Pengarang | M. Reksy Noverdi Selvia Junita Praja, S.IP, M.Si |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 :Ilus |
| Subjek | Kesehatan masyarakat |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya alih fungsi lahan secara ekstrem, fluktuasi inflasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini berdampak pada terganggunya ketahanan pangan lokal meskipun telah diluncurkan berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Menanam Serentak (GERMAS) yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena sesuai untuk menggali secara mendalam dinamika interaksi antar aktor dalam pelaksanaan program GERMAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan aktor-aktor utama yang berperan langsung dalam program, seperti pejabat Dinas Pangan, Hortikultura, dan Peternakan, kepala desa pelaksana GERMAS, kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Ketahanan Pangan karena memiliki peran strategis dalam perencanaan dan koordinasi program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil pada rentang waktu Januari hingga Maret 2024 selama kurang lebih 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007), yang mencakup empat dimensi utama: kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GERMAS di Kabupaten Aceh Singkil telah berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator dinilai krusial dalam membangun koordinasi dan kepercayaan antar aktor. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, keterbatasan sumber daya, hambatan regulasi, serta keberlanjutan program dalam jangka panjang. Meski demikian, program ini telah menunjukkan dampak awal berupa peningkatan produksi pertanian dan stabilisasi harga pangan lokal. Kesimpulan: Program GERMAS terbukti mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah. Optimalisasi peran pemerintah dan penguatan kapasitas sumber daya lokal perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program. Kata kunci: Collaborative Governance; Ketahanan Pangan; Gerakan Menanam; Masyarakat |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00117/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192074 | ||
| 005 | 20260120100424 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000519 |
| 082 | # | # | $a 362.125 981 11 |
| 084 | # | # | $a 362.125 981 11 M. c |
| 100 | 0 | # | $a M. Reksy Noverdi |
| 245 | 1 | # | $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM GERAKAN MENANAM SERENTAK (GERMAS) DI KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH /$c M. Reksy Noverdi |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya alih fungsi lahan secara ekstrem, fluktuasi inflasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini berdampak pada terganggunya ketahanan pangan lokal meskipun telah diluncurkan berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Menanam Serentak (GERMAS) yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena sesuai untuk menggali secara mendalam dinamika interaksi antar aktor dalam pelaksanaan program GERMAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan aktor-aktor utama yang berperan langsung dalam program, seperti pejabat Dinas Pangan, Hortikultura, dan Peternakan, kepala desa pelaksana GERMAS, kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Ketahanan Pangan karena memiliki peran strategis dalam perencanaan dan koordinasi program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil pada rentang waktu Januari hingga Maret 2024 selama kurang lebih 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007), yang mencakup empat dimensi utama: kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GERMAS di Kabupaten Aceh Singkil telah berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator dinilai krusial dalam membangun koordinasi dan kepercayaan antar aktor. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, keterbatasan sumber daya, hambatan regulasi, serta keberlanjutan program dalam jangka panjang. Meski demikian, program ini telah menunjukkan dampak awal berupa peningkatan produksi pertanian dan stabilisasi harga pangan lokal. Kesimpulan: Program GERMAS terbukti mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah. Optimalisasi peran pemerintah dan penguatan kapasitas sumber daya lokal perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program. Kata kunci: Collaborative Governance; Ketahanan Pangan; Gerakan Menanam; Masyarakat |
| 650 | # | 4 | $a Kesehatan masyarakat |
| 700 | 0 | # | $a Selvia Junita Praja, S.IP, M.Si |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :