
| Judul | KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BULELENG DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI / Kadek Radithya Bagus Kusuma Jingga |
| Pengarang | Kadek Radithya Bagus Kusuma Jingga Petrus Polyando |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 20 :Ilus |
| Subjek | Penanggulangan Bencana |
| Abstrak | Latar Belakang/Masalah: Kabupaten Buleleng merupakan wilayah dengan curah hujan yang rendah, sehingga sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan yang optimal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang bertanggung jawab atas mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Buleleng dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada kerangka teori Hidayati et al. (2006) yang mencakup lima indikator: pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana, kebijakan dan pedoman, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini bencana, dan mobilisasi sumber daya. Temuan/Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan BPBD Buleleng masih berfokus pada pendistribusian air bersih dan kurang memperhatikan upaya edukasi masyarakat terkait konservasi air. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi staf, tidak adanya sistem peringatan dini, infrastruktur yang belum memadai, serta mobilisasi anggaran yang belum optimal. Kesimpulan: Meskipun menghadapi berbagai tantangan, BPBD Buleleng telah melakukan langkah-langkah seperti pemetaan wilayah rawan kekeringan, pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC), dan penyediaan fasilitas penampungan air bersih. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan, pelaksanaan edukasi publik tentang penggunaan air yang efisien, serta pengadaan peralatan penting seperti truk tangki air untuk meningkatkan kesiapsiagaan BPBD Buleleng dalam menghadapi bencana kekeringan di masa depan. Kata kunci: Kesiapsiagaan, BPBD, Ancaman Bencana Kekeringan |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06722/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192114 | ||
| 005 | 20260120112105 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000559 |
| 082 | # | # | $a 363.345 959 859 862 12 |
| 084 | # | # | $a 363.345 959 859 862 12 KAD k |
| 100 | 0 | # | $a Kadek Radithya Bagus Kusuma Jingga |
| 245 | 1 | # | $a KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BULELENG DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI /$c Kadek Radithya Bagus Kusuma Jingga |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 20 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Latar Belakang/Masalah: Kabupaten Buleleng merupakan wilayah dengan curah hujan yang rendah, sehingga sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan yang optimal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang bertanggung jawab atas mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Buleleng dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada kerangka teori Hidayati et al. (2006) yang mencakup lima indikator: pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana, kebijakan dan pedoman, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini bencana, dan mobilisasi sumber daya. Temuan/Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan BPBD Buleleng masih berfokus pada pendistribusian air bersih dan kurang memperhatikan upaya edukasi masyarakat terkait konservasi air. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi staf, tidak adanya sistem peringatan dini, infrastruktur yang belum memadai, serta mobilisasi anggaran yang belum optimal. Kesimpulan: Meskipun menghadapi berbagai tantangan, BPBD Buleleng telah melakukan langkah-langkah seperti pemetaan wilayah rawan kekeringan, pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC), dan penyediaan fasilitas penampungan air bersih. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan, pelaksanaan edukasi publik tentang penggunaan air yang efisien, serta pengadaan peralatan penting seperti truk tangki air untuk meningkatkan kesiapsiagaan BPBD Buleleng dalam menghadapi bencana kekeringan di masa depan. Kata kunci: Kesiapsiagaan, BPBD, Ancaman Bencana Kekeringan |
| 650 | # | 4 | $a Penanggulangan Bencana |
| 700 | 0 | # | $a Petrus Polyando |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :