Cite This        Tampung        Export Record
Judul KINERJA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TANAH LAUT DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA MASYARAKAT KABUPATEN TANAH LAUT / Heri Novianta Suraja
Pengarang Heri Novianta Suraja
Tunggul Prasodjo
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14
Subjek Perpustakaan Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat literasi membaca masyarakat di Kabupaten Tanah Laut menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan oleh skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang hanya mencapai 38,23 pada tahun 2023, termasuk dalam kategori rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses terhadap layanan perpustakaan masih terbatas dan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya membaca belum terbentuk secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut dalam meningkatkan literasi membaca masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi kinerja organisasi publik menurut Dwiyanto, yaitu produktivitas, kualitas pelayanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas tergolong cukup baik. Pada dimensi produktifitas, dinas telah melaksanakan berbagai program seperti perpustakaan keliling, lomba literasi, dan pengadaan pojok baca yang berdampak pada meningkatnya minat baca. Dalam dimensi kualitas pelayanan, skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85,61 menunjukkan bahwa layanan dinilai memuaskan oleh masyarakat. Pada aspek responsivitas, dinas mampu menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan, termasuk literasi digital dasar. Sementara itu, responsibilitas dinilai cukup, meskipun pemenuhan regulasi dan pengaktifan pustaka desa masih belum maksimal. Akuntabilitas tercermin dari adanya transparansi pelaporan kegiatan melalui media digital dan forum masyarakat. Kesimpulan: Kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut telah berjalan secara efektif dalam meningkatkan literasi membaca masyarakat melalui strategi pelayanan publik yang partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan model lima dimensi kinerja publik dalam menilai efektivitas program literasi di tingkat kabupaten, khususnya dalam konteks daerah dengan skor literasi rendah di Kalimantan Selatan. Kata kunci: Kinerja; Literasi Membaca; Dinas Perpustakaan; Tanah Laut; Pelayanan Publik
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23205

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00160/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192180
005 20260121094329
035 # # $a 0010-0126000625
082 # # $a 027.559.813.612
084 # # $a 027.559.813.612 HER k
100 0 # $a Heri Novianta Suraja
245 1 # $a KINERJA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TANAH LAUT DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA MASYARAKAT KABUPATEN TANAH LAUT /$c Heri Novianta Suraja
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat literasi membaca masyarakat di Kabupaten Tanah Laut menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan oleh skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang hanya mencapai 38,23 pada tahun 2023, termasuk dalam kategori rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses terhadap layanan perpustakaan masih terbatas dan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya membaca belum terbentuk secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut dalam meningkatkan literasi membaca masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi kinerja organisasi publik menurut Dwiyanto, yaitu produktivitas, kualitas pelayanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas tergolong cukup baik. Pada dimensi produktifitas, dinas telah melaksanakan berbagai program seperti perpustakaan keliling, lomba literasi, dan pengadaan pojok baca yang berdampak pada meningkatnya minat baca. Dalam dimensi kualitas pelayanan, skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85,61 menunjukkan bahwa layanan dinilai memuaskan oleh masyarakat. Pada aspek responsivitas, dinas mampu menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan, termasuk literasi digital dasar. Sementara itu, responsibilitas dinilai cukup, meskipun pemenuhan regulasi dan pengaktifan pustaka desa masih belum maksimal. Akuntabilitas tercermin dari adanya transparansi pelaporan kegiatan melalui media digital dan forum masyarakat. Kesimpulan: Kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut telah berjalan secara efektif dalam meningkatkan literasi membaca masyarakat melalui strategi pelayanan publik yang partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan model lima dimensi kinerja publik dalam menilai efektivitas program literasi di tingkat kabupaten, khususnya dalam konteks daerah dengan skor literasi rendah di Kalimantan Selatan. Kata kunci: Kinerja; Literasi Membaca; Dinas Perpustakaan; Tanah Laut; Pelayanan Publik
650 # 4 $a Perpustakaan Daerah
700 0 # $a Tunggul Prasodjo
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23205
Content Unduh katalog