
| Judul | PEMBERDAYAAN PETERNAK AYAM PETELUR DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI TELUR DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA / MISBAHUL MUNIR LAHA KALABO |
| Pengarang | MISBAHUL MUNIR LAHA KALABO Muhammad Faisal |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 22 :Ilus |
| Subjek | ayam petelur |
| Abstrak | Permasalahan: Penelitian ini dilakukan dikarenakan peneliti melihat adanya permasalahan terkait kebutuhan telur di Kabupaten Biak Numfor yang belum sepenuhnya terpenuhi dari hasil peternakan ayam petelur lokal. Hal ini dikarenakan kebutuhan telur yang kian meningkat setiap harinya serta hasil produksi telur yang dihasilkan peternak lokal belum berbanding lurus dengan peningkatan permintaan tersebut. Adapun beberapa alasan yang melatarbelakanginya adalah masih adanya fluktuasi harga pakan ayam, lokasi peternakan yang kurang baik, keterbatasan modal, sistem sanitasi yang kurang memadai serta masih terdapat oknum peternak yang bersaing tidak ehat di pasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan terkait pemberdayaan peternak ayam petelur dalam meningkatkan produksi telur di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Metode: Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian diolah melalui teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya dalam menganalisis program pemberdayaan yang dilakukan, peneliti menggunakan teori pemberdayaan 5P oleh Suharto (2010) yakni Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, dan Pemeliharaan. Penelitian menggunakan 6 orang responden yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Kepala Bidang Ketersediaan Pangan dan Distribusi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Ketua Asosiasi Peternak Unggas, serta peternak ayam petelur pemilik kandang percontohan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Adapun alasan pemilihan informan dikarenakan para informan memiliki informasi yang mendalam, relevan, dan kontekstual terkait pemberdayaan peternak ayam petelur di Kabupaten Biak Numfor. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa program pemberdayaan peternak ayam petelur telah memberikan dampak signifikan dalam peningkatan produksi telur di Kabupaten Biak Numfor. Program ini mendorong terciptanya iklim usaha yang mendukung, meningkatkan kapasitas teknis peternak, dan memberikan bantuan sarana serta prasarana peternakan. Namun dalam pelaksanaannya, masih menghadapi beberapa tantangan seperti kurangnya perhatian terhadap sanitasi kendang, adanya oknum-oknum peternak besar yang menciptakan persaingan pasar yang tidak sehat serta fluktuasi harga pakan yang menghambat produktivitas hasil peternakan. Faktor pendukung dalam program pemberdayaan peternak ayam petelur meliputi perhatian dan dukungan pemerintah yang baik serta motivasi tinggi dari peternak lokal, sedangkan faktor penghambat yang terjadi meliputi keterbatasan akses pasar dan lokasi peternakan yang sulit dijangkau dalam pemberian pelatihan dan penyuluhan kepada peternak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan yang lebih sistematis dan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian peternak. Kesimpulan: Pemberdayaan peternak ayam petelur telah sangat membantu dalam peningkatan produksi telur lokal di Kabupaten Biak Numfor. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai bantuan sarana, prasarana dan pelatihan kepada para peternak serta terdapat juga regulasi yang melindungi kepentingan peternak. Maka dari itu, diharapkan pelatihan dan penguatan asosiasi peternak dapat berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk lokal, dan menciptakan swasembada telur di Kabupaten Biak Numfor. Kata Kunci: Pemberdayaan, Peternak Ayam Petelur, Pemberdayaan Peternak Ayam Petelur, Swasembada Telur |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24345 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06796/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192292 | ||
| 005 | 20260122104535 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000737 |
| 082 | # | # | $a 637.559 881 31 |
| 084 | # | # | $a 637.559 881 31 MIS p |
| 100 | 0 | # | $a MISBAHUL MUNIR LAHA KALABO |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN PETERNAK AYAM PETELUR DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI TELUR DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA /$c MISBAHUL MUNIR LAHA KALABO |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 22 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan: Penelitian ini dilakukan dikarenakan peneliti melihat adanya permasalahan terkait kebutuhan telur di Kabupaten Biak Numfor yang belum sepenuhnya terpenuhi dari hasil peternakan ayam petelur lokal. Hal ini dikarenakan kebutuhan telur yang kian meningkat setiap harinya serta hasil produksi telur yang dihasilkan peternak lokal belum berbanding lurus dengan peningkatan permintaan tersebut. Adapun beberapa alasan yang melatarbelakanginya adalah masih adanya fluktuasi harga pakan ayam, lokasi peternakan yang kurang baik, keterbatasan modal, sistem sanitasi yang kurang memadai serta masih terdapat oknum peternak yang bersaing tidak ehat di pasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan terkait pemberdayaan peternak ayam petelur dalam meningkatkan produksi telur di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Metode: Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian diolah melalui teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya dalam menganalisis program pemberdayaan yang dilakukan, peneliti menggunakan teori pemberdayaan 5P oleh Suharto (2010) yakni Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, dan Pemeliharaan. Penelitian menggunakan 6 orang responden yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Kepala Bidang Ketersediaan Pangan dan Distribusi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Ketua Asosiasi Peternak Unggas, serta peternak ayam petelur pemilik kandang percontohan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Adapun alasan pemilihan informan dikarenakan para informan memiliki informasi yang mendalam, relevan, dan kontekstual terkait pemberdayaan peternak ayam petelur di Kabupaten Biak Numfor. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa program pemberdayaan peternak ayam petelur telah memberikan dampak signifikan dalam peningkatan produksi telur di Kabupaten Biak Numfor. Program ini mendorong terciptanya iklim usaha yang mendukung, meningkatkan kapasitas teknis peternak, dan memberikan bantuan sarana serta prasarana peternakan. Namun dalam pelaksanaannya, masih menghadapi beberapa tantangan seperti kurangnya perhatian terhadap sanitasi kendang, adanya oknum-oknum peternak besar yang menciptakan persaingan pasar yang tidak sehat serta fluktuasi harga pakan yang menghambat produktivitas hasil peternakan. Faktor pendukung dalam program pemberdayaan peternak ayam petelur meliputi perhatian dan dukungan pemerintah yang baik serta motivasi tinggi dari peternak lokal, sedangkan faktor penghambat yang terjadi meliputi keterbatasan akses pasar dan lokasi peternakan yang sulit dijangkau dalam pemberian pelatihan dan penyuluhan kepada peternak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan yang lebih sistematis dan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian peternak. Kesimpulan: Pemberdayaan peternak ayam petelur telah sangat membantu dalam peningkatan produksi telur lokal di Kabupaten Biak Numfor. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai bantuan sarana, prasarana dan pelatihan kepada para peternak serta terdapat juga regulasi yang melindungi kepentingan peternak. Maka dari itu, diharapkan pelatihan dan penguatan asosiasi peternak dapat berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk lokal, dan menciptakan swasembada telur di Kabupaten Biak Numfor. Kata Kunci: Pemberdayaan, Peternak Ayam Petelur, Pemberdayaan Peternak Ayam Petelur, Swasembada Telur |
| 650 | # | 4 | $a ayam petelur |
| 700 | 0 | # | $a Muhammad Faisal |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24345 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :