
| Judul | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM SATU JUTA SATU PEKARANGAN DI KECAMATAN LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH / Fauzi Mutashawwir Maita |
| Pengarang | Fauzi Mutashawwir Maita Jojo Juhaeni |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | Program Berbasis Komunitas |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi karena terdapat kesenjangan dalam pelaksanaannya di Kecamatan Luwuk Selatan yang menunjukkan penerimaan pendapatan kelompok masih tergolong rendah dibandingkan kecamatan lain, meskipun memiliki letak geografis strategis dan luas wilayah yang cukup besar. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan bantuan program SJSP di wilayah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, melalui program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari pejabat Dinas TPHP, Camat, Kepala BPP, dan ketua kelompok penerima manfaat, observasi non-partisipan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Milesdan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan terwujud melalui pemenuhan hak dan kewajiban serta distribusi bantuan yang adil; prinsip partisipasi terimplementasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program; prinsip keswadayaan terealisasi melalui peningkatan kemampuan pengambilan keputusan dan produktivitas masyarakat; serta prinsip keberlanjutan terjaga melalui keberlangsungan program dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Kendala yang dihadapi meliputi faktor cuaca dan keterlambatan penyaluran bantuan. Kesimpulan: Program SJSP di Kecamatan Luwuk Selatan telah berjalan sesuai prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan serta ketahanan pangan masyarakat, meskipun masih memerlukan perbaikan dalam aspek teknis pelaksanaan untuk mengoptimalkan hasil program. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, program pekarangan, ketahanan pangan, partisipasi masyarakat, keberlanjutan program |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06818/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192314 | ||
| 005 | 20260122112410 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000759 |
| 082 | # | # | $a 361.659 844 51 |
| 084 | # | # | $a 361.659 844 51 FAU p |
| 100 | 0 | # | $a Fauzi Mutashawwir Maita |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM SATU JUTA SATU PEKARANGAN DI KECAMATAN LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Fauzi Mutashawwir Maita |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi karena terdapat kesenjangan dalam pelaksanaannya di Kecamatan Luwuk Selatan yang menunjukkan penerimaan pendapatan kelompok masih tergolong rendah dibandingkan kecamatan lain, meskipun memiliki letak geografis strategis dan luas wilayah yang cukup besar. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan bantuan program SJSP di wilayah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, melalui program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari pejabat Dinas TPHP, Camat, Kepala BPP, dan ketua kelompok penerima manfaat, observasi non-partisipan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Milesdan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan terwujud melalui pemenuhan hak dan kewajiban serta distribusi bantuan yang adil; prinsip partisipasi terimplementasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program; prinsip keswadayaan terealisasi melalui peningkatan kemampuan pengambilan keputusan dan produktivitas masyarakat; serta prinsip keberlanjutan terjaga melalui keberlangsungan program dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Kendala yang dihadapi meliputi faktor cuaca dan keterlambatan penyaluran bantuan. Kesimpulan: Program SJSP di Kecamatan Luwuk Selatan telah berjalan sesuai prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan serta ketahanan pangan masyarakat, meskipun masih memerlukan perbaikan dalam aspek teknis pelaksanaan untuk mengoptimalkan hasil program. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, program pekarangan, ketahanan pangan, partisipasi masyarakat, keberlanjutan program |
| 650 | # | 4 | $a Program Berbasis Komunitas |
| 700 | 0 | # | $a Jojo Juhaeni |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :