Cite This        Tampung        Export Record
Judul COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KOTA TOLERANSI DI KOTA SINGKAWANG / Gina Agrivina
Pengarang Gina Agrivina
Ani Martini
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 12
Subjek Toleransi Sosial
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keragaman sosial yang meningkat di kota multikultural seperti Singkawang menuntut tata kelola yang efektif untuk mengelola pluralisme dan membangun toleransi. Namun, koordinasi antar pemangku kepentingan seringkali terfragmentasi sehingga membatasi potensi terciptanya harmoni sosial yang inklusif. Penelitian ini memfokuskan pada tantangan pelaksanaan collaborative governance sebagai strategi membangun kota toleran melalui kerjasama lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam mewujudkan kota toleran di Singkawang, dengan fokus pada partisipasi pemangku kepentingan, kemitraan kelembagaan, pengambilan keputusan demokratis, desentralisasi, jaringan sosial, dan adaptabilitas kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami interaksi sosial dan praktik tata kelola secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 informan yang dipilih secara purposif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, serta analisis dokumen dan observasi lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance di Singkawang telah terwujud melalui partisipasi aktif, kemitraan lintas sektor, pengambilan keputusan yang transparan, dan pelaksanaan kebijakan yang adaptif. Namun, tantangan seperti ketimpangan keterlibatan pemangku kepentingan, keterbatasan kelembagaan, dan kesenjangan koordinasi masih ditemukan. Kesimpulan: Collaborative governance di Singkawang memberikan kontribusi positif terhadap toleransi sosial, tetapi perlu diperkuat melalui peningkatan inklusivitas, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta mekanisme penyelesaian konflik yang fleksibel agar harmoni sosial dapat terjaga secara berkelanjutan. Kata Kunci: Tata Kelola Kolaboratif, Toleransi, Pemerintah Daerah
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23920

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00194/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192425
005 20260126085411
035 # # $a 0010-0126000870
082 # # $a 201.559 832 12
084 # # $a 201.559 832 12 GIN c
100 0 # $a Gina Agrivina
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KOTA TOLERANSI DI KOTA SINGKAWANG /$c Gina Agrivina
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keragaman sosial yang meningkat di kota multikultural seperti Singkawang menuntut tata kelola yang efektif untuk mengelola pluralisme dan membangun toleransi. Namun, koordinasi antar pemangku kepentingan seringkali terfragmentasi sehingga membatasi potensi terciptanya harmoni sosial yang inklusif. Penelitian ini memfokuskan pada tantangan pelaksanaan collaborative governance sebagai strategi membangun kota toleran melalui kerjasama lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam mewujudkan kota toleran di Singkawang, dengan fokus pada partisipasi pemangku kepentingan, kemitraan kelembagaan, pengambilan keputusan demokratis, desentralisasi, jaringan sosial, dan adaptabilitas kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami interaksi sosial dan praktik tata kelola secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 informan yang dipilih secara purposif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, serta analisis dokumen dan observasi lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance di Singkawang telah terwujud melalui partisipasi aktif, kemitraan lintas sektor, pengambilan keputusan yang transparan, dan pelaksanaan kebijakan yang adaptif. Namun, tantangan seperti ketimpangan keterlibatan pemangku kepentingan, keterbatasan kelembagaan, dan kesenjangan koordinasi masih ditemukan. Kesimpulan: Collaborative governance di Singkawang memberikan kontribusi positif terhadap toleransi sosial, tetapi perlu diperkuat melalui peningkatan inklusivitas, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta mekanisme penyelesaian konflik yang fleksibel agar harmoni sosial dapat terjaga secara berkelanjutan. Kata Kunci: Tata Kelola Kolaboratif, Toleransi, Pemerintah Daerah
650 # 4 $a Toleransi Sosial
700 0 # $a Ani Martini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23920
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
MANAJEMEN PEMERINTAHAN DAERAH : Buku Literatur IPDN Tahun 2017 / ANI MARTINI, S.STP,M.Si MENDESAIN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH YANG EFISIEN DAN EFEKTIF : Buku Literatur IPDN Tahun 2016 / DR. M. IRWAN TAHIR, A.P, M.SI ANI MARTINI, S.STP, M.SI MENDESAIN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH YANG EFESIEN DAN EFEKTIF : TEORI KEBIJAKAN DAN APLIKASI / DR. M. IRWAN TAHIR, A.P.,M.SI. PELAKSANAAN KEWENANGAN BPBD DALAM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN / Muhammad Khalis Randani PELAKSANAAN KEWENANGAN BPBD DALAM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN / Muhammad Khalis Randani Show More