
| Judul | OPTIMALISASI PROGRAM JEMPUT BOLA DALAM AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL BERBASIS BUDAYA SIBALIPARRI OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT / Muhammad Ahsan Arianto |
| Pengarang | Muhammad Ahsan Arianto Maris Gunawan Rukmana |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 :Ilus |
| Subjek | Ilmu Kependudukan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan: Tujuan utama dari penelitian ini untuk menganalisis gambaran yang jelas mengenai capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Majene. Metode: Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis dampak dari tiga dimensi teori Optimalisasi (Mardiasmo-2018) terhadap capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program jemput bola berbasis budaya Sibaliparri', yang dikenal dengan sebutan “Jepa Dokkang”, terbukti optimal di salah satu dimensi dengan data awal yakni 2,4% bergerak ke 3,09% dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Majene, khususnya di wilayah terpencil. Budaya Sibaliparri’ yang mengedepankan nilai gotong royong, kerja sama, kesetaraan, dan kekeluargaan menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program ini. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan bahwa pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah hambatan, di antaranya keterbatasan literasi digital masyarakat, kondisi infrastruktur jaringan yang belum merata, serta kurangnya edukasi dan sosialisasi yang intensif. Untuk itu, diperlukan peningkatan sarana prasarana pelayanan, edukasi digital secara berkelanjutan, dan penguatan kolaborasi antarstakeholder guna mengoptimalkan program jemput bola berbasis budaya sibaliparri’ ini. Kesimpulan: Partisipasi masyarakat dalam Program Jemput Bola Dalam Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Berbasis Budaya Sibaliparri’ telah berjalan cukup baik, hal ini dikarenakan adanya kolaborasi yang baik dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan masyarakat. Guna meningkatkan nilai capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital, disarankan untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung layanan jemput bola tersebut dan meningkatkan kolaborasi antarstakeholder di lingkup Pemerintah daerah untuk penerapan IKD di setiap pelayanan masyarakat. Kata Kunci: Identitas Kependudukan Digital (IKD), Program Jemput Bola, Budaya Sibaliparri, Teori Optimasi, Partisipasi Masyarakat. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21316 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06968/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192538 | ||
| 005 | 20260127103517 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000983 |
| 082 | # | # | $a 304.659 846 31 |
| 084 | # | # | $a 304.659 846 31 MUH o |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Ahsan Arianto |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI PROGRAM JEMPUT BOLA DALAM AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL BERBASIS BUDAYA SIBALIPARRI OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Muhammad Ahsan Arianto |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan: Tujuan utama dari penelitian ini untuk menganalisis gambaran yang jelas mengenai capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Majene. Metode: Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis dampak dari tiga dimensi teori Optimalisasi (Mardiasmo-2018) terhadap capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program jemput bola berbasis budaya Sibaliparri', yang dikenal dengan sebutan “Jepa Dokkang”, terbukti optimal di salah satu dimensi dengan data awal yakni 2,4% bergerak ke 3,09% dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Majene, khususnya di wilayah terpencil. Budaya Sibaliparri’ yang mengedepankan nilai gotong royong, kerja sama, kesetaraan, dan kekeluargaan menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program ini. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan bahwa pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah hambatan, di antaranya keterbatasan literasi digital masyarakat, kondisi infrastruktur jaringan yang belum merata, serta kurangnya edukasi dan sosialisasi yang intensif. Untuk itu, diperlukan peningkatan sarana prasarana pelayanan, edukasi digital secara berkelanjutan, dan penguatan kolaborasi antarstakeholder guna mengoptimalkan program jemput bola berbasis budaya sibaliparri’ ini. Kesimpulan: Partisipasi masyarakat dalam Program Jemput Bola Dalam Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Berbasis Budaya Sibaliparri’ telah berjalan cukup baik, hal ini dikarenakan adanya kolaborasi yang baik dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan masyarakat. Guna meningkatkan nilai capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital, disarankan untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung layanan jemput bola tersebut dan meningkatkan kolaborasi antarstakeholder di lingkup Pemerintah daerah untuk penerapan IKD di setiap pelayanan masyarakat. Kata Kunci: Identitas Kependudukan Digital (IKD), Program Jemput Bola, Budaya Sibaliparri, Teori Optimasi, Partisipasi Masyarakat. |
| 650 | # | 4 | $a Ilmu Kependudukan |
| 700 | 0 | # | $a Maris Gunawan Rukmana |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21316 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :