Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DI KOTA LHOKSEUMAWE / Abhiseka Muhammad Daffa
Pengarang Abhiseka Muhammad Daffa
Ayu Widowati Johannes
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 12
Subjek Administrasi Keuangan Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang menjadi permasalahan sumber daya manusia, sehingga kualitas pelaporan pendapatan masih belum optimal. Hal ini menjadi dasar permasalahan umum dari permasalahan pegawai, mengingat bahwa penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) ini sudah diwajibkan oleh pemerintah pusat dan juga pastinya akan lebih membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengolah data yang diperlukan secara terintegrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan daerah melalui penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kota Lhokseumawe, dengan fokus pada pelaksanaan sistem, hambatan yang dihadapi, serta upaya strategis yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Daerah (BPKD) dalam mengoptimalkan fungsi SIPD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, serta dokumentasi dari arsip keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIPD telah diterapkan sesuai regulasi, namun efektivitasnya belum tercapai sepenuhnya akibat kendala teknis dan kelembagaan. BPKAD telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan internal, peningkatan koordinasi antar unit kerja, serta perbaikan teknis pada sistem SIPD. Kesimpulan: Dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi sistem, serta dukungan anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi. Adapun saran yang diajukan adalah perlunya program pelatihan yang berkelanjutan, pembaruan sistem SIPD secara berkala, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Kata kunci: Laporan Keuangan Daerah, Pemerintahan Daerah,Sistem Informasi, SIPD.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20249

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07018/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192614
005 20260128084826
035 # # $a 0010-0126001059
082 # # $a 352.459 811 42
084 # # $a 352.459 811 42 ABH p
100 0 # $a Abhiseka Muhammad Daffa
245 1 # $a PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DI KOTA LHOKSEUMAWE /$c Abhiseka Muhammad Daffa
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang menjadi permasalahan sumber daya manusia, sehingga kualitas pelaporan pendapatan masih belum optimal. Hal ini menjadi dasar permasalahan umum dari permasalahan pegawai, mengingat bahwa penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) ini sudah diwajibkan oleh pemerintah pusat dan juga pastinya akan lebih membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengolah data yang diperlukan secara terintegrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan daerah melalui penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kota Lhokseumawe, dengan fokus pada pelaksanaan sistem, hambatan yang dihadapi, serta upaya strategis yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Daerah (BPKD) dalam mengoptimalkan fungsi SIPD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, serta dokumentasi dari arsip keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIPD telah diterapkan sesuai regulasi, namun efektivitasnya belum tercapai sepenuhnya akibat kendala teknis dan kelembagaan. BPKAD telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan internal, peningkatan koordinasi antar unit kerja, serta perbaikan teknis pada sistem SIPD. Kesimpulan: Dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi sistem, serta dukungan anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi. Adapun saran yang diajukan adalah perlunya program pelatihan yang berkelanjutan, pembaruan sistem SIPD secara berkala, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Kata kunci: Laporan Keuangan Daerah, Pemerintahan Daerah,Sistem Informasi, SIPD.
650 # 4 $a Administrasi Keuangan Daerah
700 0 # $a Ayu Widowati Johannes
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20249
Content Unduh katalog