
| Judul | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA PACING KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR / Daffa Fadila Satriatama |
| Pengarang | Daffa Fadila Satriatama Ismunarta |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 12 :Ilus |
| Subjek | Masalah Kurang Gizi |
| Abstrak | Permasalahan (GAP): Di Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi angka prevalensi stunting belum sesuai dengan target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam upaya penurunan stunting di Desa Pacing, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Collaborative Governance telah diterapkan melalui tiga tahapan penting, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen bersama. Keterlibatan aktif dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bidan desa, kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan program. Namun demikian, masih ditemukan kendala seperti komunikasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya literasi masyarakat, serta belum terlibatnya sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas Collaborative Governance di Desa Pacing, disarankan adanya pelibatan lebih luas dari sektor swasta melalui CSR, penyusunan SOP khusus di tingkat desa yang mengatur mekanisme kolaborasi, serta penguatan kapasitas SDM lokal dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media komunikasi dan edukasi yang lebih luas. Kata Kunci: Collaborative Governance, Stunting, Kolaborasi, Desa Pacing, Pemerintah Daerah |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21892 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07028/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192626 | ||
| 005 | 20260128091101 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001071 |
| 082 | # | # | $a 363.859 828 33 |
| 084 | # | # | $a 363.859 828 33 DAF c |
| 100 | 0 | # | $a Daffa Fadila Satriatama |
| 245 | 1 | # | $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA PACING KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR /$c Daffa Fadila Satriatama |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 12 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (GAP): Di Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi angka prevalensi stunting belum sesuai dengan target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam upaya penurunan stunting di Desa Pacing, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Collaborative Governance telah diterapkan melalui tiga tahapan penting, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen bersama. Keterlibatan aktif dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bidan desa, kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan program. Namun demikian, masih ditemukan kendala seperti komunikasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya literasi masyarakat, serta belum terlibatnya sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas Collaborative Governance di Desa Pacing, disarankan adanya pelibatan lebih luas dari sektor swasta melalui CSR, penyusunan SOP khusus di tingkat desa yang mengatur mekanisme kolaborasi, serta penguatan kapasitas SDM lokal dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media komunikasi dan edukasi yang lebih luas. Kata Kunci: Collaborative Governance, Stunting, Kolaborasi, Desa Pacing, Pemerintah Daerah |
| 650 | # | 4 | $a Masalah Kurang Gizi |
| 700 | 0 | # | $a Ismunarta |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21892 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :