
| Judul | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN / Andi Toappo Sawa Rifqi Hasan |
| Pengarang | Andi Toappo Sawa Rifqi Hasan Serly Wulandari |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 :Ilus |
| Subjek | Pengelolaan sampah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan krusial yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Makassar. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, volume sampah yang tinggi masih menjadi tantangan besar, terutama dalam hal efektivitas tata kelola dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Berawal dari permasalahan tersebut konsep Collaborative Governance diperlukan untuk mengatasi masalah ini Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memiliki relevasi dengan penjabaran suatu topik secara terperinci dan mengakar sehingga tujuan penelitian mampu dicapai dengan baik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008). Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 11 informan. Analisis data dilaksanakan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: Penelitian ini menghasilkan temua lapangan yang dianalisis melalui dimensi pada teori collaborative governance, pada dimensi kondisi awal pengelolaan sampah di Kota Makassar sudah berjalan namun belum optimal, pada dimensi Proses Kolaboratif sudah berjalan karena terdapat empat indikator yang berhasil. Namun, indikator membangun kepercayaan dianggap tidak berhasil, pada dimensi Desain Kelembagaan (Institutional Design) sudah berhasil karena telah tersedia forum komunikasi, peraturan dasar yang jelas serta transparansi proses, pada dimensi Kepemimpinan Fasilitatif dalam collaborative governance pengelolaan sampah di Kota Makassar sudah berjalan dengan optimal Kesimpulan: Secara umum Collaborative governance Dalam Pengelolaan Sampah Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar sudah berjalan namun belum optimal. Kata Kunci:Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup. |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07043/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192647 | ||
| 005 | 20260128100232 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001092 |
| 082 | # | # | $a 363.725 984 7 |
| 084 | # | # | $a 363.725 984 7 AND c |
| 100 | 0 | # | $a Andi Toappo Sawa Rifqi Hasan |
| 245 | 1 | # | $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Andi Toappo Sawa Rifqi Hasan |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan krusial yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Makassar. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, volume sampah yang tinggi masih menjadi tantangan besar, terutama dalam hal efektivitas tata kelola dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Berawal dari permasalahan tersebut konsep Collaborative Governance diperlukan untuk mengatasi masalah ini Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memiliki relevasi dengan penjabaran suatu topik secara terperinci dan mengakar sehingga tujuan penelitian mampu dicapai dengan baik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008). Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 11 informan. Analisis data dilaksanakan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: Penelitian ini menghasilkan temua lapangan yang dianalisis melalui dimensi pada teori collaborative governance, pada dimensi kondisi awal pengelolaan sampah di Kota Makassar sudah berjalan namun belum optimal, pada dimensi Proses Kolaboratif sudah berjalan karena terdapat empat indikator yang berhasil. Namun, indikator membangun kepercayaan dianggap tidak berhasil, pada dimensi Desain Kelembagaan (Institutional Design) sudah berhasil karena telah tersedia forum komunikasi, peraturan dasar yang jelas serta transparansi proses, pada dimensi Kepemimpinan Fasilitatif dalam collaborative governance pengelolaan sampah di Kota Makassar sudah berjalan dengan optimal Kesimpulan: Secara umum Collaborative governance Dalam Pengelolaan Sampah Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar sudah berjalan namun belum optimal. Kata Kunci:Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup. |
| 650 | # | 4 | $a Pengelolaan sampah |
| 700 | 0 | # | $a Serly Wulandari |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :