
| Judul | AKUNTABILITAS BAITUL MAL DALAM PENGELOLAAN ZAKAT UNTUK MENGENTASKAN MASALAH KEMISKINAN DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH / Zakil Humarisi |
| Pengarang | Zakil Humarisi Isman Hadijaya |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 11 |
| Subjek | zakat |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Zakat merupakan instrumen ekonomi Islam yang berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah yang menerapkan syariat Islam seperti Provinsi Aceh. Namun, efektivitas pengelolaan zakat oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aspek akuntabilitas lembaga, transparansi pelaporan, dan efektivitas distribusi zakat yang berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas Baitul Mal dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Aceh Besar. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa secara kelembagaan, Baitul Mal telah memiliki struktur dan sistem pengelolaan zakat yang formal dan transparan, terutama pada level kabupaten. Namun, di tingkat desa, praktik pengelolaan zakat masih dilakukan secara tradisional dan belum terdokumentasi dengan baik. Faktor pendukung akuntabilitas antara lain adalah dukungan masyarakat dan pemerintah daerah serta komitmen internal pegawai. Sementara itu, penghambat utama meliputi keterbatasan SDM, lemahnya pengawasan, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, penyaluran zakat yang masih dominan bersifat konsumtif juga menjadi tantangan dalam mencapai dampak jangka panjang terhadap pengentasan kemiskinan. Kesimpulan: Akuntabilitas Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar dalam pengelolaan zakat belum sepenuhnya optimal. Diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan program zakat produktif yang berkelanjutan agar zakat benar-benar dapat berperan dalam menurunkan angka kemiskinan. Kata Kunci: Akuntabilitas, Zakat, Baitul Mal, Kemiskinan |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07065/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192674 | ||
| 005 | 20260128110919 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001119 |
| 082 | # | # | $a 297.545 981 11 |
| 084 | # | # | $a 297.545 981 11 ZAK a |
| 100 | 0 | # | $a Zakil Humarisi |
| 245 | 1 | # | $a AKUNTABILITAS BAITUL MAL DALAM PENGELOLAAN ZAKAT UNTUK MENGENTASKAN MASALAH KEMISKINAN DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH /$c Zakil Humarisi |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 11 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Zakat merupakan instrumen ekonomi Islam yang berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah yang menerapkan syariat Islam seperti Provinsi Aceh. Namun, efektivitas pengelolaan zakat oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aspek akuntabilitas lembaga, transparansi pelaporan, dan efektivitas distribusi zakat yang berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas Baitul Mal dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Aceh Besar. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa secara kelembagaan, Baitul Mal telah memiliki struktur dan sistem pengelolaan zakat yang formal dan transparan, terutama pada level kabupaten. Namun, di tingkat desa, praktik pengelolaan zakat masih dilakukan secara tradisional dan belum terdokumentasi dengan baik. Faktor pendukung akuntabilitas antara lain adalah dukungan masyarakat dan pemerintah daerah serta komitmen internal pegawai. Sementara itu, penghambat utama meliputi keterbatasan SDM, lemahnya pengawasan, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, penyaluran zakat yang masih dominan bersifat konsumtif juga menjadi tantangan dalam mencapai dampak jangka panjang terhadap pengentasan kemiskinan. Kesimpulan: Akuntabilitas Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar dalam pengelolaan zakat belum sepenuhnya optimal. Diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan program zakat produktif yang berkelanjutan agar zakat benar-benar dapat berperan dalam menurunkan angka kemiskinan. Kata Kunci: Akuntabilitas, Zakat, Baitul Mal, Kemiskinan |
| 650 | # | 4 | $a zakat |
| 700 | 0 | # | $a Isman Hadijaya |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :