
| Judul | INOVASI “SAMSAT APUNG” DALAM PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN / Muhammad Irshal Nabiel Arief |
| Pengarang | Muhammad Irshal Nabiel Arief Eko Budi Lestari |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 :Ilus |
| Subjek | kendaraan bermotor |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masyarakat di Halmahera Selatan kesulitan membayar pajak kendaraan bermotor karena terbatasnya akses ke layanan Samsat akibat kondisi geografis kepulauan. Jarak tempuh yang jauh, minimnya transportasi, dan cuaca ekstrem menyebabkan banyak kendaraan tidak terdaftar atau pajaknya tidak dibayar. Hal ini menurunkan kepatuhan wajib pajak dan berdampak pada rendahnya penerimaan pajak daerah. Inovasi Samsat Apung hadir sebagai solusi, namun efektivitasnya belum dievaluasi secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan inovasi Samsat Apung dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Halmahera Selatan Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap pelaksanaan layanan Samsat Apung. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Samsat Apung memberikan kontribusi signifikan dalam memudahkan pelayanan pembayaran pajak dengan ditunjukkan melalui dimensi Input Inovasi: adanya kesiapan infrastruktur dasar dan SDM yang mendukung efektivitas layanan Samsat Apung; dimensi Proses Pengembangan Inovasi: menunjukkan bahwa samsat apung fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan tantangan geografis dan sosial setempat; serta dimensi Hasil Akhir Inovasi: Samsat Apung berhasil meningkatkan kinerja pelayanan publik secara signifikan dengan meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Kesimpulan: Inovasi Samsat Apung telah berhasil meningkatkan akses dan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat pulau di Kabupaten Halmahera Selatan. Meski efektifndalam menjawab persoalan geografis, perlu adanya pengembangan rute dan sistem operasional mandiri agar cakupan layanan dapat diperluas dan lebih optimal. Kata Kunci: Inovasi, Samsat Apung, Pajak Kendaraan Bermotor. |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07069/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192681 | ||
| 005 | 20260128112025 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001126 |
| 082 | # | # | $a 388.045 985 421 |
| 084 | # | # | $a 388.045 985 421 MUH i |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Irshal Nabiel Arief |
| 245 | 1 | # | $a INOVASI “SAMSAT APUNG” DALAM PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN /$c Muhammad Irshal Nabiel Arief |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masyarakat di Halmahera Selatan kesulitan membayar pajak kendaraan bermotor karena terbatasnya akses ke layanan Samsat akibat kondisi geografis kepulauan. Jarak tempuh yang jauh, minimnya transportasi, dan cuaca ekstrem menyebabkan banyak kendaraan tidak terdaftar atau pajaknya tidak dibayar. Hal ini menurunkan kepatuhan wajib pajak dan berdampak pada rendahnya penerimaan pajak daerah. Inovasi Samsat Apung hadir sebagai solusi, namun efektivitasnya belum dievaluasi secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan inovasi Samsat Apung dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Halmahera Selatan Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap pelaksanaan layanan Samsat Apung. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Samsat Apung memberikan kontribusi signifikan dalam memudahkan pelayanan pembayaran pajak dengan ditunjukkan melalui dimensi Input Inovasi: adanya kesiapan infrastruktur dasar dan SDM yang mendukung efektivitas layanan Samsat Apung; dimensi Proses Pengembangan Inovasi: menunjukkan bahwa samsat apung fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan tantangan geografis dan sosial setempat; serta dimensi Hasil Akhir Inovasi: Samsat Apung berhasil meningkatkan kinerja pelayanan publik secara signifikan dengan meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Kesimpulan: Inovasi Samsat Apung telah berhasil meningkatkan akses dan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat pulau di Kabupaten Halmahera Selatan. Meski efektifndalam menjawab persoalan geografis, perlu adanya pengembangan rute dan sistem operasional mandiri agar cakupan layanan dapat diperluas dan lebih optimal. Kata Kunci: Inovasi, Samsat Apung, Pajak Kendaraan Bermotor. |
| 650 | # | 4 | $a kendaraan bermotor |
| 700 | 0 | # | $a Eko Budi Lestari |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :