
| Judul | ANALISIS POLITICAL BRANDING CALON BUPATI PADA PILKADA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2024 / Mercy Angelita Hakim |
| Pengarang | Mercy Angelita Hakim Romi Saputra |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 12 :Ilus |
| Subjek | Kampanye Pilkada di Kab Lampung Tengah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tahun 2022, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Lampung mempunyai angka sebesar 78,32, mengartikan kehidupan demokrasi di wilayah Lampung berada level sedang. Partai politik juga mempunyai peran pada branding pada pasangan calon sebagai alat untuk penguasaan jabatan publik. Terdapat persaingan branding politik yang terjadi antar pasangan calon dimana hal ini menjadi fokus penelitian penulis dalam karya ini Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi political branding yang dilakukan oleh kedua pasangan calon bupati Lampung Tengah saat kampanye Pilkada 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Metode ini dipilih karena mampu menggambarkan sebuah keadaan atau fakta yang ada di lokasi penelitian dengan terperinci. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta pelaksanaan triangulasi data untuk mencapai keselarasan jawaban. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi oleh Philbrick dan Cleveland tahun 2015. Infoman yang terlibat dalam penelitian ini adalah 11 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil temuan pada penelitian ini dapat dilakukan pada masing masing dimensi, pada dimensi mantra merek dengan temuan bahwa masing masing pasangan calon meiliki karakter sendiri dan juga memunculkan branding masing masing, pada dimensi Jejak Offline diketahui bahwa pasangan calon 2 dinilai lebih peduli dan lebih dekat dengan masyrakat daripada paslon 1 meskipun mantan seorang bupati, pada dimensi terakhir terkait dengan Jejak online diketahui bahwa kedua paslon sama sama memberikan Riwayat yang baik terlihat pada media social masing masing paslon. Kesimpulan: secara umum hasil penelitian terkait dengan analisis political branding pada 2 paslon yang ada diketahui masing masing paslon sudah membranding diri mereka dengan sebaik mungkin sesuai denga karakteristik masing masing paslon. Kata Kunci: Political Branding, Bupati kabupaten Lampung tengah Pilkada 2024 |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22519 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07089/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192702 | ||
| 005 | 20260128120117 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001147 |
| 082 | # | # | $a 324.959 818 42 |
| 084 | # | # | $a 324.959 818 42 MER |
| 100 | 0 | # | $a Mercy Angelita Hakim |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS POLITICAL BRANDING CALON BUPATI PADA PILKADA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2024 /$c Mercy Angelita Hakim |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 12 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tahun 2022, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Lampung mempunyai angka sebesar 78,32, mengartikan kehidupan demokrasi di wilayah Lampung berada level sedang. Partai politik juga mempunyai peran pada branding pada pasangan calon sebagai alat untuk penguasaan jabatan publik. Terdapat persaingan branding politik yang terjadi antar pasangan calon dimana hal ini menjadi fokus penelitian penulis dalam karya ini Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi political branding yang dilakukan oleh kedua pasangan calon bupati Lampung Tengah saat kampanye Pilkada 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Metode ini dipilih karena mampu menggambarkan sebuah keadaan atau fakta yang ada di lokasi penelitian dengan terperinci. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta pelaksanaan triangulasi data untuk mencapai keselarasan jawaban. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah teori Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi oleh Philbrick dan Cleveland tahun 2015. Infoman yang terlibat dalam penelitian ini adalah 11 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil temuan pada penelitian ini dapat dilakukan pada masing masing dimensi, pada dimensi mantra merek dengan temuan bahwa masing masing pasangan calon meiliki karakter sendiri dan juga memunculkan branding masing masing, pada dimensi Jejak Offline diketahui bahwa pasangan calon 2 dinilai lebih peduli dan lebih dekat dengan masyrakat daripada paslon 1 meskipun mantan seorang bupati, pada dimensi terakhir terkait dengan Jejak online diketahui bahwa kedua paslon sama sama memberikan Riwayat yang baik terlihat pada media social masing masing paslon. Kesimpulan: secara umum hasil penelitian terkait dengan analisis political branding pada 2 paslon yang ada diketahui masing masing paslon sudah membranding diri mereka dengan sebaik mungkin sesuai denga karakteristik masing masing paslon. Kata Kunci: Political Branding, Bupati kabupaten Lampung tengah Pilkada 2024 |
| 650 | # | 4 | $a Kampanye Pilkada di Kab Lampung Tengah |
| 700 | 0 | # | $a Romi Saputra |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22519 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :