
| Judul | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA MANDIRI PETERNAK AYAM POTONG DI DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH / Arifina Wahyu Setyawan |
| Pengarang | Arifina Wahyu Setyawan Haikal Ali |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Peternakan dan Pemeliharaan Ayam |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Polosiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi budidaya ayam potong sebagai sumber penghidupan masyarakatnya. Kegiatan ini berperan penting dalam mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas, serta meningkatkan kesejahteraan warga. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai hambatan, seperti kurangnya keanggotaan kelompok peternak dan keterbatasan jaringan pemasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat pemberdayaan usaha mandiri peternak ayam potong di Desa Polosiri serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian dokumen terkait pemberdayaan masyarakat serta regulasi pemerintah. Hasil/Temuan: Temuan utama menunjukkan bahwa kurangnya partisipasi peternak dalam kelompok menjadi penghambat utama akses terhadap bantuan pemerintah. Selain itu, jaringan kemitraan pemasaran yang terbatas menyebabkan peternak masih bergantung pada tengkulak lokal, sehingga potensi pendapatan kurang maksimal. Pemerintah desa dan kecamatan berupaya mengatasi hambatan ini melalui sosialisasi penguatan kelompok, pemberian bantuan sarana prasarana, serta fasilitasi kemitraan pemasaran yang lebih luas. Kesimpulan: Pemberdayaan peternak ayam potong di Desa Polosiri telah membawa perubahan sosial dan ekonomi positif, namun masih menghadapi tantangan yang perlu ditangani secara komprehensif melalui peningkatan partisipasi kelompok dan pengembangan jaringan pemasaran yang lebih baik. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Usaha Mandiri, Peternak Ayam Potong, Desa Polosiri, Kesejahteraan Ekonomi |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24283 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07248/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192871 | ||
| 005 | 20260130015202 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001316 |
| 082 | # | # | $a 636.559 826 51 |
| 084 | # | # | $a 636.559 826 51 ARI p |
| 100 | 0 | # | $a Arifina Wahyu Setyawan |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA MANDIRI PETERNAK AYAM POTONG DI DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /$c Arifina Wahyu Setyawan |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Polosiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi budidaya ayam potong sebagai sumber penghidupan masyarakatnya. Kegiatan ini berperan penting dalam mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas, serta meningkatkan kesejahteraan warga. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai hambatan, seperti kurangnya keanggotaan kelompok peternak dan keterbatasan jaringan pemasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat pemberdayaan usaha mandiri peternak ayam potong di Desa Polosiri serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian dokumen terkait pemberdayaan masyarakat serta regulasi pemerintah. Hasil/Temuan: Temuan utama menunjukkan bahwa kurangnya partisipasi peternak dalam kelompok menjadi penghambat utama akses terhadap bantuan pemerintah. Selain itu, jaringan kemitraan pemasaran yang terbatas menyebabkan peternak masih bergantung pada tengkulak lokal, sehingga potensi pendapatan kurang maksimal. Pemerintah desa dan kecamatan berupaya mengatasi hambatan ini melalui sosialisasi penguatan kelompok, pemberian bantuan sarana prasarana, serta fasilitasi kemitraan pemasaran yang lebih luas. Kesimpulan: Pemberdayaan peternak ayam potong di Desa Polosiri telah membawa perubahan sosial dan ekonomi positif, namun masih menghadapi tantangan yang perlu ditangani secara komprehensif melalui peningkatan partisipasi kelompok dan pengembangan jaringan pemasaran yang lebih baik. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Usaha Mandiri, Peternak Ayam Potong, Desa Polosiri, Kesejahteraan Ekonomi |
| 650 | # | 4 | $a Peternakan dan Pemeliharaan Ayam |
| 700 | 0 | # | $a Haikal Ali |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24283 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :