
| Judul | STUDI KELAYAKAN DESA METI KECAMATAN TOBELO TIMUR MENJADI DESA WISATA BAHARI DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA : - / Yared Valenthino Kolle |
| Pengarang | Yared Valenthino Kolle Haikal Ali |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 13 hlm :Ilus ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | pariwisata kepariwisataan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Halmahera Utara, memiliki banyak tempat wisata yang indah, meskipun begitu, belum ada desa wisata di daerah tersebut, oleh karena itu, rencananya adalah membuat Desa Meti menjadi Desa Wisata Bahari pertama di Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis kelayakan terhadap Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode skoring untuk menganalisis potensi Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari, data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan data dari sumber sekunder dan primer. Potensi Desa Meti dievaluasi berdasarkan indikator dari pedoman Analisis Daerah Operasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Ditjen PHKA (2003). Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Meti memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, dengan indeks akhir 83,6%.Indeks ini menunjukkan bahwa Desa Meti layak untuk dikembangkan, sebagaimana juga disebutkan oleh Karsudi (dalam Barus, 2013) bahwa daerah dengan indeks kelayakan di atas 66,6% layak untuk dikembangkan. Kesimpulan: . Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti peningkatan sarana dan prasarana penunjang, serta promosi dan pemasaran yang lebih efektif. Untuk itu, kerjasama antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat setempat diperlukan untuk mendukung pengembangan Desa Meti sebagai destinasi wisata yang berkualitas. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19590 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04901/IPDN/2024 | 910.598 544 2 YAR s | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193598 | ||
| 005 | 20260206122509 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000682 |
| 082 | # | # | $a 910.598 544 2 |
| 084 | # | # | $a 910.598 544 2 YAR s |
| 100 | 0 | # | $a Yared Valenthino Kolle |
| 245 | 1 | # | $a STUDI KELAYAKAN DESA METI KECAMATAN TOBELO TIMUR MENJADI DESA WISATA BAHARI DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA : $b - /$c Yared Valenthino Kolle |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 13 hlm : $b Ilus ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Halmahera Utara, memiliki banyak tempat wisata yang indah, meskipun begitu, belum ada desa wisata di daerah tersebut, oleh karena itu, rencananya adalah membuat Desa Meti menjadi Desa Wisata Bahari pertama di Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis kelayakan terhadap Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode skoring untuk menganalisis potensi Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari, data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan data dari sumber sekunder dan primer. Potensi Desa Meti dievaluasi berdasarkan indikator dari pedoman Analisis Daerah Operasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Ditjen PHKA (2003). Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Meti memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, dengan indeks akhir 83,6%.Indeks ini menunjukkan bahwa Desa Meti layak untuk dikembangkan, sebagaimana juga disebutkan oleh Karsudi (dalam Barus, 2013) bahwa daerah dengan indeks kelayakan di atas 66,6% layak untuk dikembangkan. Kesimpulan: . Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti peningkatan sarana dan prasarana penunjang, serta promosi dan pemasaran yang lebih efektif. Untuk itu, kerjasama antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat setempat diperlukan untuk mendukung pengembangan Desa Meti sebagai destinasi wisata yang berkualitas. |
| 650 | # | 4 | $a pariwisata kepariwisataan |
| 700 | 0 | # | $a Haikal Ali |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19590 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :