
| Judul | PENGARUH KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI : (Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2018-2022) / Sultan Wahyu Akbar |
| Pengarang | Sultan Wahyu Akbar Anindita Primastuti |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 22 :Ilust ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Administrasi Properti dan Topik yang Berkaitan |
| Abstrak | Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Peningkatan PAD yang terjadi setiap tahun ternyata tidak dibarengi dengan kondisi pertummbuhan ekonomi dikabupaten sumbawa, yang mana PAD yang terus meningkat setiap tahunnya namun tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kemampuan dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan kemampuan keuangan daerah di kabupaten sumbawa yang belum sepenuhnya mampu mendukung otonomi daerah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mixed Method) dengan sumber data skunder yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Data Pertumbuhan Ekonomi, kemudian sumber data primer yaitu wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil temuan dimana penulis menganalisis hasil uji F, dimana nilai F hitung sebesar 110,331 melampaui nilai F tabel sebesar 19,00 (110,331 > 19,00), dan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih rendah dari ambang batas sebesar 0,05 maka kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasil uji t terbukti berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulan tersebut didukung dengan dengan nilai dari pengaruh regresi linier berganda sebesar 4,890 untuk kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah sebesar 4,193 dan nilai konstanta sebesar 3,859. Sedangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 95,8%. Berdasarkan hasil analisis dari pengumpulan data dan wawancara dipenelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa selama 5 tahun terakhir (2018-2022) belum sepenuhnya mendukung otonomi daerah dan dapat dikatakan belum mandiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu penurunan aktivitas ekonomi disektor pariwisata, perdagangan dan jasa, ketergantungan pada dana transfer serta efisiensi pengelolaan anggaran yang belum optimal. Upayaupaya yang telah dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa untuk mengatasi masalah ini, seperti memanfaatkan potensi ekonomi lokal, peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, serta perencanaan anggaran yang matang. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16821 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00232/IPDN/2026 | 352.559 826 14 SUL p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193047 | ||
| 005 | 20260203023110 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000131 |
| 082 | # | # | $a 352.559 826 14 |
| 084 | # | # | $a 352.559 826 14 SUL p |
| 100 | 0 | # | $a Sultan Wahyu Akbar |
| 245 | 1 | # | $a PENGARUH KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI : $b (Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2018-2022) /$c Sultan Wahyu Akbar |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 22 : $b Ilust ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Peningkatan PAD yang terjadi setiap tahun ternyata tidak dibarengi dengan kondisi pertummbuhan ekonomi dikabupaten sumbawa, yang mana PAD yang terus meningkat setiap tahunnya namun tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kemampuan dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan kemampuan keuangan daerah di kabupaten sumbawa yang belum sepenuhnya mampu mendukung otonomi daerah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mixed Method) dengan sumber data skunder yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Data Pertumbuhan Ekonomi, kemudian sumber data primer yaitu wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil temuan dimana penulis menganalisis hasil uji F, dimana nilai F hitung sebesar 110,331 melampaui nilai F tabel sebesar 19,00 (110,331 > 19,00), dan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih rendah dari ambang batas sebesar 0,05 maka kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasil uji t terbukti berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulan tersebut didukung dengan dengan nilai dari pengaruh regresi linier berganda sebesar 4,890 untuk kemampuan keuangan daerah dan kemandirian keuangan daerah sebesar 4,193 dan nilai konstanta sebesar 3,859. Sedangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 95,8%. Berdasarkan hasil analisis dari pengumpulan data dan wawancara dipenelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa selama 5 tahun terakhir (2018-2022) belum sepenuhnya mendukung otonomi daerah dan dapat dikatakan belum mandiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu penurunan aktivitas ekonomi disektor pariwisata, perdagangan dan jasa, ketergantungan pada dana transfer serta efisiensi pengelolaan anggaran yang belum optimal. Upayaupaya yang telah dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa untuk mengatasi masalah ini, seperti memanfaatkan potensi ekonomi lokal, peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, serta perencanaan anggaran yang matang. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan. |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi Properti dan Topik yang Berkaitan |
| 700 | 0 | # | $a Anindita Primastuti |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16821 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :