Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : - / Affriansyah Salfa Saputra
Pengarang Affriansyah Salfa Saputra
Restu Widyo Sasongko
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 15 :- ;--
ISBN -
Subjek Administrasi Daerah
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rasio kemandirian, kurangnya kemampuan fiskal untuk membiayai kegiatan pemerintahan, tingginya belanja operasi dibandingkan belanja modal, serta efisiensi keuangan daerah yang masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah dalam menunjang kinerja pemerintah di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 – 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan berbagai rumus rasio keuangan yang relevan. Hasil/Temuan: Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Wonosobo menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dikategorikan sangat rendah dengan rata-rata nilai 19,0475%, yang menunjukkan pola hubungan instruktif antara pemerintah pusat dan daerah. Rasio derajat desentralisasi fiskal juga tergolong rendah dengan rata-rata 14,3%, mengindikasikan bahwa daerah ini kurang mampu membiayai kegiatan pemerintahannya sendiri. Selanjutnya, rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi daerah sangat tinggi, mencapai rata-rata 72,6%, sedangkan belanja modal hanya sebesar 18,1%. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah masih kurang. Selain itu, rasio efisiensi keuangan daerah menunjukkan ketidakefisienan dengan rata-rata presentase 92,15%. Namun, di sisi lain, rasio efektivitas keuangan daerah dikategorikan sangat efektif dengan ratarata 120,05%, menunjukkan bahwa realisasi penerimaan daerah relatif baik dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo perlu memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dapat dicapai dengan menggali potensi daerah dan memperketat regulasi dalam penarikan pajak dan retribusi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah dan retribusi.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17166

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04540/IPDN/2024 352.145 982 643 AFF a Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193114
005 20260204120831
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000198
082 # # $a 352.145 982 643
084 # # $a 352.145 982 643 AFF a
100 0 # $a Affriansyah Salfa Saputra
245 1 # $a ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Affriansyah Salfa Saputra
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 15 : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rasio kemandirian, kurangnya kemampuan fiskal untuk membiayai kegiatan pemerintahan, tingginya belanja operasi dibandingkan belanja modal, serta efisiensi keuangan daerah yang masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah dalam menunjang kinerja pemerintah di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 – 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan berbagai rumus rasio keuangan yang relevan. Hasil/Temuan: Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Wonosobo menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dikategorikan sangat rendah dengan rata-rata nilai 19,0475%, yang menunjukkan pola hubungan instruktif antara pemerintah pusat dan daerah. Rasio derajat desentralisasi fiskal juga tergolong rendah dengan rata-rata 14,3%, mengindikasikan bahwa daerah ini kurang mampu membiayai kegiatan pemerintahannya sendiri. Selanjutnya, rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi daerah sangat tinggi, mencapai rata-rata 72,6%, sedangkan belanja modal hanya sebesar 18,1%. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah masih kurang. Selain itu, rasio efisiensi keuangan daerah menunjukkan ketidakefisienan dengan rata-rata presentase 92,15%. Namun, di sisi lain, rasio efektivitas keuangan daerah dikategorikan sangat efektif dengan ratarata 120,05%, menunjukkan bahwa realisasi penerimaan daerah relatif baik dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo perlu memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dapat dicapai dengan menggali potensi daerah dan memperketat regulasi dalam penarikan pajak dan retribusi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah dan retribusi.
650 # 4 $a Administrasi Daerah
700 0 # $a Restu Widyo Sasongko
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17166
Content Unduh katalog